Pegadaian Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh 13,27% Sepanjang Tahun Ini

Pegadaian Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh 13,27% Sepanjang Tahun Ini

Selasa, 12 Apr 2016 | 09:57 | contributor-one
WinNetNews.com - PT Pegadaian (Persero) menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit hingga 11,27% tahun atau mencapai Rp 35 triliun dibandingkan nilai kredit tahun lalu sebesar Rp 30,9 triliun.

Perseroan mengharapkan serapan kredit terbesar berasal dari empat bank Nasional, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keempat perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut baru saja menandatangani perjanjian kerjasama dengan pegadaian.

Riswinandi, Direktur Utama Pegadaian, mengatakan sinergi dengan keempat bank pelat merah tersebut diharapkan dapat meningkatkan fasilitas penyaluran kredit dengan tujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat akan manfaat yang lebih cepat, mudah, dan aman sehingga nantinya setiap nasabah menerima uang secara non cash atau langsung ditransfer ke rekening simpanan masing-masing yang terdapat pada empat bank tersebut.

Menurut Riswandi, sektor terbesar sebagai penopang pertumbuhan kinerja Pegadaian masih pada bisnis gadai campuran yang berkontribusi hingga 97%. Sedangkan sisanya tersebar merata, antara lain fiducis, emas, investasi maupun kredit.

"Jadi untuk outstanding kredit tahun ini kami perkirakan bisa mencapai Rp 35 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 30,9 triliun. Salah satunya dengan penandatanganan kerja sama (MoU) empat bank BUMN," katanya di Jakarta, Senin (11/4).

Terkait penurunan suku bunga bank, Riswandi menjelaskan, tidak akan berdampak signifikan kepada pertumbuhan kredit Pegadaian sepanjang tahun ini. Pihaknya mengharapkan, para bank dapat memberikan suku bunga yang menarik sehingga secara otomatis dapat meningkatkan volume kredit Pegadaian.

" Penurunan suku bunga tak akan terlalu berdampak, kami optimis tahun ini kinerja keuangan kami semakin baik. Untuk perkiraan laba sedang kami hitung,"tutur Riswandi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...