Pelajar di Bandung Insiasi Gerakan 'Bantu 1 AJak 2' untuk Lawan Covid-19
Foto: Kompas.com

Pelajar di Bandung Insiasi Gerakan 'Bantu 1 AJak 2' untuk Lawan Covid-19

Jumat, 3 Apr 2020 | 10:40 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan Work From Home (WFH) untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Namun tak semua orang bisa melakukan hal ini, karena mereka harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.

Kondisi ini membuat hati seorang pelajar asal Bandung bernama Rakean Radya Al Barra tergerak hatinya untuk membantu mereka yang berpenghasilan harian.

“Yang terkena dampak ini sangat banyak, jadi yang harus membantu pun perlu banyak orang. Kemudian keluarlah ide ini, program Bantu 1 Ajak 2,” ujar Rakean dikutip dari Kompas.com.

Gerakan ini bertujuan untuk membantu satu ornag atau satu keluarga untuk memenuhi kebutuhan mereka selama 14 hari, serta memberikan edukasi untuk berdiam diri dan penuhi kebutuhannya. Menurut Rakean, gerakan ini akan efektif jika dilakukan oleh banyak orang.

Namun jika belum bisa melakukannya secar mandiri, kita bisa mengajak teman untuk patungan atau kerjasama dengan lembaga/kelompok yang dapat mengkoordinir kebutuhan para pedagang.

Rakean mulai merealisasikan konsep ini bersama keluarganya. Sang adik membantu membuat animasi, ayahnya merekam, dan ibunya memberikan edukasi kepada orang yang akan mendapat bantuan. Informasi yang disampaikan yakni tentang bahaya virus dan betapa pentingnya untuk tinggal di rumah.

Video yang dibuat oleh Rakean pun mendapat respon positif dari warganet, sehingga banyak yang bergabung dalam gerakan ini. Salah satu orang yang terbantu oleh gerakan ini adalah penjual cuanki keliling. Ketika WFH mulai diberlakukan, ia hanya mendapat dua orang pembeli meskipun sudah berkeliling seharian.

Saat ini, Rakean belum memiliki data yang pasti berapa banyak orang yang telah membantu atau terbantu. Begitu juga tentang sebaran gerakan ini.

Rakean menjelaskan bahwa hal ini perlu dilakukan agar bisa membuat kurva jumlah kasus menjadi landai dan terjadi perubahan. Untuk saat ini, ia bekerjasama dengan enam orang yang mengembangkan roadmap dan konten. Tiga teman sekelasnya, ayahnya, dua perwakilan Karang Taruna Jabar, dan sisanya graphic designer dari Karasa.bgd.

Dia berharap gerakan ini dapat membantu orang-orang yang terdampak dan wabah ini bisa segera berakhir.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...