Pelaku Bullying Siswi SMP di Purworejo Terancam Masuk Bui
Foto: Sindonews

Pelaku Bullying Siswi SMP di Purworejo Terancam Masuk Bui

Jumat, 14 Feb 2020 | 09:17 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Belum lama ini, sebuah video perundungan yang dilakukan oleh tiga orang siswa SMP di Purworejo, Jawa Tengah viral di media sosial. Aksi pemukulan tersebut diketahui terjadi pada Rabu (12/02) pagi.

Dalam video yang beredar, telihat seorang siswi yang sedang tertunduk sampai memegangi perutnya. Kemudian kegita siswa laki-laki yang ada di sekitarnya berulang kali melakukan pemukulan, baik dengan tangan kosong ataupun alat berupa sapu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun segera menugaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengecek kasus ini. Dia meminta kasus kekerasan ini untuk ditangani dengan serius, termasuk dibawa ke ranah hukum.

Dilansir dari Tribunnews, keluarga korban mengaku tidak percaya kalau keponakannya yang itu mendapatkan perundungan dari teman-temannya. Nuryani, tante korban, mengatakan kalau ia baru mengetahui masalah ini setelah video tersebut viral.

Akan tetapi, keponakannya sempat mengeluhkan badannya yang terasa sakit dan pegal sekitar 4 bulan yang lalu. Selain itu, ia juga mengatakan kalau teman-teman sekolahnya nakal.

“Badanku sakit semua. Aku ditendangi teman di sekolah,” kata Nuryani menirukan keluhan keponakannya.

Mendengar keluhan itu, ia merasa iba. Namun tidak dapat melakukan apapun, karena tidak memiliki bukti yang kuat.

Setelah diselidiki, ternyata siswi yang menjadi korban adalah seorang penyandang disabilitas. Ganjar Pranowo melalui Disdikbud tengah berusaha untuk membujuk orang tua korban agar menyekolahkan anaknya di sekolah yang sesuai dengan kondisinya.

“Ternyata anaknya ini berkebutuhan khusus. Makanya kita lagi merayu orang tuanya agar dia (korban) mendapatkan sekolah yang sesuai dengan kondisi dia,” ujar Ganjar dikutip dari Kumparan.

Sementara itu, pelaku perundungan dalam pemeriksaan oleh Polres Purworejo. Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto, menjelaskan kalau para pelaku melakukan hal tersebut lantaran sakit hari. Sebab, korban melaporkan para pelaku yang sering memalak siswa lain kepada guru.

“Penuturannya mereka sakit hati karena dilaporkan,” ujar Haryo.

Ketiga pelaku pemukulan ini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Mereka bertiga dijerat dengan Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak. Haryo menjelaskan kalau ketiga pelaku terancam hukuman penjara 3,5 tahun meskipun mereka di bawah umur.

“Aturan tetap mendahulukan upaya preventif, artinya pembinaan-pembinaan dilakukan tetapi proses hukum berjalan. Mereka bisa dipenjara 3 tahun 6 bulan,” tutur Haryo.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...