Skip to main content

Pelaku Ceritakan Kronologi Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Manusia yang Dilakukannya

Melati (kiri), korban perdagangan manusia yang diduga dilakukan RS (kanan)/Dokumentasi Polsekta Samarinda Ilir
Melati (kiri), korban perdagangan manusia yang diduga dilakukan RS (kanan)/Dokumentasi Polsekta Samarinda Ilir

WinNetNews.com - Meski telah berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia yang menyasar anak-anak, Satreskrim Polsekta Samarinda Ilir terus melakukan pendalaman terhadap dua pelaku yang diduga menjual anak dibawah umur untuk menjadi pekerja seks komersial. Pelaku yang berhasil diamankan, diantaranya RS dan N yang beralamat di Kutai.

Kepada aparat RS mengaku bahwa korban, sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya-red) yang berusia 17 tahun itu, yang meminta pekerjaan kepadanya. Melati kepada RS saat itu mengaku membutuhkan pekerjaan.

"Dia mau kerja juga, ya saya ajak kerja di tempat saya dan dia mau," ucapnya sambil berlinang air mata, Sabtu (20/05/2017).

RS kemudian melanjutkan, saat itu dirinya tidak mengira kalau korban masih dibawah umur, pasalnya badan korban seperti orang dewasa.

"Badannya besar, saya tidak kira kalau dia masih dibawah umur," tuturnya.

Kendati berhasil mengajak korban untuk bekerja di salah satu tempat karaoke di kawasan Batu Timbau, Kutai Timur, dirinya dan N tidak mendapatkan upah. Termasuk hasil bekerja dari korban, yang seluruh upahnya untuk korban.

"Tidak ada kami dapat bayaran, karena kami juga kerja di sana sama seperti dia (korban)," jelas Reni.

Untuk diketahui, Polsekta Samarinda Ilir mengungkap kasus perdagangan anak, setelah orangtua korban melaporkan telah kehilangan anaknya sejak April silam. Pelaku berhasil diamankan di Kutai Timur.

Korban sendiri yang masih berusia 17 tahun dipekerjakan di salah satu tempat karaoke di kawasan Batu Timbau, Kutai Timur. Selain melayani tamu yang bernyanyi, korban juga melayani tamu yang hendak berhubungan seksual.

"Walaupun korban tahu akan dipekerjakan, namun karena korban masih dibawah umur, tentu hal itu melanggar UU," ujar Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Ipda Purwanto, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top