(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pelaku Penembakan Brutal Las Vegas Lakukan Transaksi Judi Puluhan Ribu Dolar AS Sebelum Beraksi

Rani
Rani

Pelaku Penembakan Brutal Las Vegas Lakukan Transaksi Judi Puluhan Ribu Dolar  AS Sebelum Beraksi

Winnetnews.com -Seorang lansia yang diduga sebagai pelaku penembakan brutal di konser musik Mandalay Bay, Las Vegas, telah ditembak mati oleh kepolisian Amerika Serikat. Polisi setempat ternyata juga menangkap seorang wanita yang diduga memiliki informasi soal pelaku penembakan massal yang menewaskan 58 orang dan melukai ratusan orang itu.

Tragedi brutal ini bermula saat terdengar suara tembakan bertubi-tubi ke arah penonton di tengah berlangsungnya festival musik country, Route 91 Harvest, yang diadakan di seberang Mandalay Bay. Arah tembakan tersebut diketahui berasal dari lantai 32 Mandalay Bay. Pelaku diketahui berusia 64 tahun bernama Stephen Paddock.

Paddock dilumpuhkan dengan menggunakan alat peledak saat bersembunyi di Mandalay Bay. Fakta berikutnya, ternyata seorang wanita asal Asia bernama Marilou Danley berusia 62 tahun ternyata sempat menemani Paddock sebelum melaksanakan aksinya. Saat ini Danley sudah diamankan untuk mengorek informasi penting terkait penembakan yang dilakukab oleh Paddock.

Danley telah ditemukan oleh Biro Investigasi AS (FBI). Usut punya usut ternyata Danley merupakan warga Australia yang memiliki darah keturunan Indonesia. Dilansir dari laman Courier Mail, Danley sempat tinggal di daerah Gold Coast, Queensland, Australia, selama lebih dari 10 tahun.

Sekitar 20 tahun lalu, Danley kemudian pindah dari Australia ke AS karena suaminya telah meninggal dunia.  Danley dan Paddock disebut-sebut merupakan teman sekamar atau sekadar teman pendamping, meski belum jelas apa hubungan pasti antara keduanya.

Menurut dokumen dan informasi yang didapat, Paddock tinggal di sebuah rumah di kawasan Mesquite, dekat perbatasan Arizona dan Las Vegas. Paddock tinggal di rumah itu bersama dengan Danley.  Paddock sempat diklaim oleh kelompok ISIS sebagai salah satu anggota dari mereka. Namun demikian Biro penyidik federal AS juga sudah menyingkirkan kemungkinan kaitan Paddock dengan jaringan terorisme internasional.

Diduga Paddock mengalami gangguan psikologis. Stasiun televisi NBC News melaporkan, Paddock baru-baru ini melakukan transaksi judi senilai puluhan ribu dollar AS -berdasarkan keterangan aparat keamanan, namun tidak diketahui apakah dia kalah atau menang. Paddock pun tidak memiliki catatan kriminal. Pelanggaran hukum yang ia lakukan selama ini hanyalah masalah lalu lintas biasa.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});