Pelaku Teror di London Bridge Mantan Napi, Hakim Dulu Pernah Peringatkan Tak Seharusnya Ia Keluar Bui
Warga Dievakuasi Setelah Penyerangan di London Bridge (Foto: Reuters/Dylan Martinez via Okezone)

Pelaku Teror di London Bridge Mantan Napi, Hakim Dulu Pernah Peringatkan Tak Seharusnya Ia Keluar Bui

Sabtu, 30 Nov 2019 | 20:50 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Pelaku serangan teroris di London Bridge, Inggris, Usman Khan ternyata pernah mendekam di penjara oleh sebab merencanakan serangan teror yang terinspirasi Al-Qaeda. Seorang hakim setempat pernah memperingatkan bahwa Khan yang disebutnya sebagai 'jihadis serius' ini tidak seharusnya dibiarkan bebas dari penjara.

Melansir Detik.com yang mengutip CNN dan The Telegraph, Sabtu (30/11/2019), Khan menikam mati dua orang dan melukai tiga orang lainnya dalam serangan teroris di London Bridge pada Jumat (29/11) lalu, waktu setempat. Dia ditembak mati oleh polisi di lokasi setelah menunjukkan dirinya memakai rompi peledak, yang belakangan diketahui palsu.

Berdasarkan informasi dari Kepolisian Metropolitan London, Khan (28) berasal dari Pakistan. Ia pernah dipenjara terkait kasus terorisme tahun 2012, namun bebas bersyarat dari penjara pada tahun lalu. Sebagaimana diwartakan surat kabar lokal, The Times, saat hari pembebasannya Khan setuju memakai electronic tag -- yang dipakai di pergelangan kakinya -- usai keluar dari penjara.

Hakim Alan Wilkie saat itu menekankan Khan dan dua terdakwa anggota sel teroris Stoke lainnya merupakan 'jihadis yang lebih serius' dan mereka tidak seharusnya menghirup udara bebas jika masih menjadi ancaman bagi publik. Hakim Wilkie menyebut kasus itu sebagai 'upaya serius dan jangka panjang dalam terorisme' yang bisa memicu kekacauan di Inggris.

"Dalam pendapat saya, para pelanggar ini akan tetap, bahkan setelah menjalani masa hukuman penjara yang lama, menjadi bahaya signifikan sehingga publik tidak bisa dilindungi dengan layak ketika mereka dibebaskan dengan lisensi di masyarakat, yang tunduk pada kondisi tertentu, dengan mengacu pada tanggal pembebasan yang ditetapkan sebelumnya," ujar hakim Wilkie saat itu.

Dalam pernyataan terpisah sebelum memimpin rapat dengan komisi darurat pemerintahan Inggris, Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menyatakan dirinya telah sejak lama berpikiran bahwa pembebasan awal bagi penjahat kriminal serius merupakan sebuah 'kekeliruan'.

"Saya telah lama berpendapat bahwa sebuah kesalahan untuk membiarkan para penjahat kriminal serius dan kejam untuk bebas dari penjara lebih awal. Dan sangat penting agar kita keluar dari kebiasaan itu dan agar kita menegakkan hukuman yang tepat bagi penjahat kriminal berbahaya, khususnya para teroris, saya pikir masyarakat ingin melihat itu," kata PM Johnson. [dtc]

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...