Skip to main content

Pelanggaran Dokumen Izin Tinggal, 19 WNA Terjaring Razia Imigrasi Kemenkum Ham Jateng

Pelanggaran Dokumen Izin Tinggal 19 WNA Terjaring Razia Imigrasi Kemenkum Ham Jateng

WinNetNews.com - Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Tengah menjaring 19 Warga Negara Asing (WNA) ketika operasi serentak digelar. WNA yang terjaring terdiri dari 15 laki-laki dan empat perempuan.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng, M Diah mengatakan penangkapan dilakukan oleh enam kantor Imigrasi di Jawa Tengah yaitu di Solo, Wonosobo, Pati, Pemalang, Cilacap, dan Semarang.

"Selain di Jawa Tengah, kegiatan ini juga dilakukan di seluruh Indonesia. Kami melakukan beberapa kegiatan atau penegakan hukum keimigrasian yaitu gertak, gerakan serentak," kata M Diah di kantor Sekretariat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), Jalan dr Cipto, Semarang, Jumat (28/10/2016).

Dari 19 WNA tersebut, rata-rata pelanggaran yang dilakukan yaitu terkait dokumen izin tinggal. M Diah mencontohkan warga Korea Selatan yang tinggal di Surakarta, WNA itu bekerja tapi menggunakan Visa kunjungan kedatangan.

"Di Surakarta, warga Korea Selatan menggunakan visa on arrival, tapi dia melakukan pekerjaan di sana," pungkas M Diah.

Dari data yang ada, 19 WNA tersebut berasal dari Korea Selatan empat orang, Tiongkok empat orang, Srilanka tiga orang, Italia tiga orang, Thailand dua orang, Mesir satu orang, Yaman satu orang, dan Belanda satu orang.

M. Diah menjelaskan, merekka ditindak sesuai UU 6/2011 tentang keimigrasian. Setelah dilakukan pemeriksaan, maka proses berikutnya diambil tindakan antara lain mulai dari membayar denda sampai dideportasi.

"Kami lakukan cekal sebagai orang yang tidak menghormati peraturan perundangan di Indonesia," katanya.

Razia yang dilakukan hari Kamis (27/10) malam kemarin dilakukan serentak termasuk di Kota Semarang. Petugas merazia kawasan industri Candi. Hasilnya dua warga tiongkok ditangkap. Di tempat lain, satu warga Tiongkok kembali ditangkap.

Selain itu ada juga warga Mesir yang mengaku mengunjungi isterinya yang merupakan mantan TKI di Arab. Warga Mesir tersebut mengaku akan membayar denda overstay-nya.

"Katanya mau bayar denda, dia overstay 34 hari, sedangkan denda perharinya Rp 300 ribu. Akan masuk ke PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak)," pungkas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Himron Mansur.

Untuk diketahui, Kanwil Kemenkumham Jateng sudah melakukan deportasi terhadap 100 WNA dari 20 negara sejak bulan Januari hingga pertengahan Oktober 2016. Hal itu menegaskan Timpora bekerja mengawasi WNA yang masuk ke Jawa Tengah.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top