Skip to main content

Pelemahan Nilai tukar Rupiah diprediksi masih lanjutkan

Pelemahan Nilai tukar Rupiah diprediksi masih lanjutkan
Pelemahan Nilai tukar Rupiah diprediksi masih lanjutkan

Jakarta - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) diperkirakan masih akan terus melemah. Hal ini terjadi karena banyaknya sentimen negatif yang datang dari luar maupun dalam negeri.

Perlambatan ekonomi global maupun nasional, paling menonjol yang menghantam nilai tukar rupiah adalah persoalan non ekonomi dan Kurangnya kepercayaan masyarakat dan investor terhadap perjalanan ekonomi Indonesia. dan sinyal ketidakkonsistenan pemerintah.

Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan pelaku pasar saat ini masih menjauhi Rupiah seiring belum adanya sentimen positif yang hinggap pada Rupiah.

"Laju Rupiah di bawah target support 14.187 atau Rp 14.237-14.225 (kurs tengah BI)," ujar Reza kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (8/9).

"Belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan cenderung melemahnya sejumlah mata uang Asia memberi tekanan negatif pada Rupiah," tambahnya.

Pelemahan sejumlah mata uang Asia dipicu spekulasi akan diperketatnya aturan transaksi (terutama saham dan valas) di China. Kondisi ini diperparah lagi dengan rilis penurunan cadangan valas China.

"Penurunan cadangan valas yang dipersepsikan untuk menstabilkan laju Yuan pasca didevaluasi memberikan sentimen negatif pada laju mata uang Asia, termasuk Rupiah," ungkapnya.

Tidak hanya itu, nilai tukar USD pun kembali menguat setelah mata uang Yen dan Swissfranc mengalami penurunan. Bahkan adanya ekspektasi akan penurunan cadangan devisa RI turut menambah sentimen negatif.

"Belum terlihat adanya momentum pembalikan arah seiring dengan belum adanya berita positif. Kiranya perlu diwaspadai jika sentimen yang ada kurang positif," tutup dia.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top