Skip to main content

Pelonggaran Kebijakan Properti Disambut Positif

Pelonggaran Kebijakan Properti Disambut Positif
Pelonggaran Kebijakan Properti Disambut Positif

Langkah pemerintah dan Bank Indonesia menerapkan kebijakan jangka pendek di sektor properti untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi disambut baik oleh para pengembang. Sektor properti merasa mendapat angin segar dengan harapan permintaan akan kembali menguat karena warga asing akan bisa memiliki hunian di Indonesia dan kembali diturunkannya syarat uang muka kredit pemilikan rumah.

Peraturan yang berlaku saat ini, warga asing hanya memiliki hak pakai dan guna usaha, bukan hak milik. Hak pakai properti oleh warga asing pun dibatasi 25 tahun, dapat diperpanjang 25 tahun kemudian. Kini, pemerintah menyalakan lampu hijau bagi warga negara asing untuk memiliki hak milik apartemen mewah dengan nilai di atas Rp 5 miliar melalui revisi Peraturan Pemerintah 41/1996 tentang pemilikan rumah tempat tinggal atau hunian oleh orang asing.

Selain itu, Bank Indonesia(BI) akhirnya merilis beleid pelonggaran porsi pembiayaan bank atau loan to value (LTV) bagi kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Aturan pelonggaran LTV ini tertuang dalam PBI No.17/10/PBI/2015 yang berlaku efektif sejak 18 Juni 2015. Sebagai contoh, LTV KPR pembelian rumah pertama naik dari 70% menjadi 80%. Dengan kata lain, uang muka kredit minimal 20%, bukan lagi 30%.

Presiden Direktur PT Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra menyampaikan, peraturan ini diharapakan dapat kembali menyegarkan sektor properti yang sedang melemah sejak beberapa bulan terakhir. "Kami sangat mendukung langkah pemerintah yang akan memperbolehkan warga negara asing untuk memiliki properti di Indonesia dengan nilai di atas Rp 5 miliar," kata Marcell, Kamis 25 Juni. "Tentu ini merupakan peluang yang sangat baik bagi kami untuk semakin gencar menjaring konsumen-konsumen dari luar negeri. Selama ini, warga negara asing sangat menyukai produk-produk properti di Indonesia."

Marcell menuturkan, Prioritas Land selama ini, kami sudah memiliki produk properti yang nilainya di atas Rp 5 miliar, yaitu 42 unit vila di Bali yang dijual pada kisaran harga Rp9–16 miliar. Namun, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pembeli asing dengan diberlakukannya peraturan baru ini, PLI juga akan membuat produk properti berupa apartemen dengan nilai di atas Rp 5 miliar, direncanakan di Superblok Indigo @Bekasi dan Superblok K2 Park di Serpong, Tangerang Selatan.

"Saat ini, saya sedang berada di Jepang untuk memasarkan vila kami yang ada di Bali, yaitu Majestic Water Village. Mendengar adanya peraturan baru ini, tentu antusiasme konsumen di Jepang langsung meningkat," tutur Marcell. Dia juga optimistis relaksasi aturan LTV dari BI juga bisa menggerakkan pasar kredit properti yang sedang melesu. "Diharapkan kedua peraturan baru ini kembali memberi angin segar bagi sektor properti."

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top