Pemanfaatan Media Sosial dalam Edukasi Budaya Betawi Kepada Anak-anak Usia Sekolah
Dokumen pribadi penulis

Pemanfaatan Media Sosial dalam Edukasi Budaya Betawi Kepada Anak-anak Usia Sekolah

Kamis, 4 Jul 2019 | 11:10 | Daniel

Winnetnews.com - Dosen Prodi Ilmu Komunikasi  Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Maulina Larasati Putri, M.I.Kom, menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pemanfaatan Media Sosial Dalam Edukasi Budaya Betawi Kepada Anak-Anak Usia Sekolah di PSAA dan NSAA Chairun Nissa Jakarta Selatan, Jum'at (28/6). Dilihat dari segi kultural yakni bertujuan untuk melestarikan sejarah dari kebudayaan betawi dan memanfaatkan media sosial yang baik bagi anak-anak dalam mencari informasi untuk belajar.

Acara ini dihadiri oleh 20 anak dari Panti Asuhan Chairun Nissa yang berusia sekolah dasar, serta menghadirkan pemateri yaitu Ahmad Rafiq, S.Pd. mengenai kebudayaan betawi, serta Septa Marshita Dewi dan Willyandi Santoso mengenai Pemanfaatan Media Sosial.

Acara ini dibuka oleh Balgis Mailani dan Faiq Zaen Audillah sebagai Master of Ceremony. Maulina Larasati Putri, M.I.Kom mengatakan tujuan dari acara ini yaitu untuk mengedukasikan budaya betawi kepada anak-anak walaupun bukan berasal dari Jakarta sekalipun. Kemudian Maulina Larasati Putri memberikan cinderamata untuk  pengelola Panti Asuhan Chairun Nissa.

image0

Materi pertama disampaikan oleh Ahmad Rafiq mengenai budaya betawi. Ahmad mengatakan sejarah Jakarta bermula dari Bangsa Portugis merupakan rombongan orang-orang Eropa yang pertama datang ke Sunda Kelapa. Kota tersebut diserang oleh seorang bernama Fatahillah dari kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Lalu  nama Sunda Kelapa berubah menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527. Penduduk asli Jakarta menggunakan Bahasa Betawi sebagai bahasa sukunya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Septa Marshita Dewi dan Willyandi Santoso. Mereka memaparkan penggunaan media sosial membawa dampak positif dan negatif. Anak-anak memaksimalkan media sosial guna kegiatan belajar. Setelah itu dilanjutkan pembuatan prakarya membuat ondel-ondel yang dilakukan oleh anak-anak panti asuhan dan dibantu oleh panitia, guna bentuk apresiasi dalam melestarikan budaya betawi.

Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia, dosen pembimbing, dan anak-anak panti asuhan. Serta pembagian makan siang dan doorprize kepada anak-anak panti asuhan.

Penulis : Maulina Larasati Putri, M.I.Kom

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...