(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pembangunan Infrastruktur : Andalan Pemerintah Kurangi Pengangguran

Muchdi
Muchdi

Pembangunan Infrastruktur : Andalan Pemerintah Kurangi Pengangguran

 Jakarta - Terus meningkatnya Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), Hal itu tidak terlepas dari dampak Perlambatan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pemerintah telah mempersiapkan berbagai proyek untuk dapat menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan atau padat karya.‎ Untuk mengurangi tingkat pengangguran Proyek pemerintah yang disiapkan tersebut dalam hal pembangunan infrastruktur.

Proyek padat karya pertama adalah pembangunan pembangkit listrik yang nantinya akan dilakukan oleh PT PLN (Persero), Ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution .

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution ,Jumat ( 2/10/15 ) Mengatakan "Presiden menyinggung mengenai beberapa hal proyek padat karya, sebetulnya PLN juga menyinggung mengenai pembangunan transmisi yang pasti padat karya, karena di gunung-gunung segala, mesin tidak bisa lewat, walaupun itu besar sekali dan waktunya bisa agak lama,"

Tidak hanya itu, di kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga mengungkapkan ada beberapa proyek yang ada di bawah pengawasannya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran yang terus terjadi.

"Kita ada beberapa proyek mengenai bangun jalur kereta api, dan itu pasti padat karya, karena banyak pekerjanya," ucap Jonan.‎

Adapun Jonan menyebutkan, proyek-proyek padat karya dalam belanja modal atau investasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan adalah:

1. Pembangunan jalur kereta api di Sulawesi.

2. Pembangunan kereta api Trans Sumatra termasuk juga di Nangroe Aceh Darusalam, Sumatra Utara, Jambi dan nanti smpai ke Lampung, menyambung jalur kereta         api yang ada;

3. Membangun jalur kereta api double track lintas selatan Jawa, karena yang lintas utara sudah diselesaikan pemerintahan sebelumnya;

4. Perbaikan dan peningkatan kapasitas hampir di 160 pelabuhan di seluruh Indonesia, dari Nangroe Aceh Darussalam sampai ke Papua;

5. Perbaikan sekitar 80 bandara, dan perpanjangan runway, penguatan airside, perbaikan terminal bandara dan sebagainya, hampir di 80 lokasi.

6. Pembuatan 190 kapal laut yang dipesan oleh Kementerian Perhubungan. Dengan jumlah pesanan tersebut, maka akan melibatkan seluruh perusahaan galangan           kapal di Indonesia yang juga bakal melibatkan banyak pekerja.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});