Skip to main content

Pembebasan Sandera WNI Di Filipina Lewat Militer Mendapat Penolakan

Pembebasan Sandera WNI Di Filipina Lewat Militer Mendapat Penolakan
Pembebasan Sandera WNI Di Filipina Lewat Militer Mendapat Penolakan

WinNetNews.com - Upaya pemerintah Indonesia untuk membebaskan 10 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dengan militer mendapat penolakan dari pemerintah Filiphina. Namun menurut Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso, penolakan itu merupakan hal wajar.

“Mereka mungkin punya harga diri reputasi jadi pertimbangannya. Kita juga kalau ada penyanderaan di sini akan kita selesaikan sendiri,” kata Sutiyoso di Kompleks Istana Kepresidenan.

Menurutnya, diperlukan koordinasi lagi dengan pemerintah Filipina agar upaya pembebasan ini berhasil. “Kami perlu koordinasi. Kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Menurut informasi yang diterima, terdapat warga negara asing (WNA) yang turut disandera bersama 10 ABK WNI. “Di samping WNI, ada WNA. Setahu saya ada 11 orang. Ada dari Kanada, Belanda, Norwegia, Filipina,” ungkapnya.

Hal ini, menurut Sutiyoso yang menyebabkan pembebasan sandera lewat militer Indonesia juga sedikit terkendala. “Oleh karena itu, saya perintahkan perwakilan BIN di sana untuk memantau ketat perkembangannya dan bekerja sama dengan intelijen Filipina. Informasi baru kami suplai terus ke pemerintah, termasuk Panglima TNI,” ucapnya.

Foto: keamanan.rmol.co

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top