Pembelaan Yamaha Tanggapi Mahalnya Harga Motor

Pembelaan Yamaha Tanggapi Mahalnya Harga Motor

WinNetNews.com - PT Yamaha Indonesia Motor Manufakturing (YIMM) beberkan harga motor matik yang sesungguhnya. Tujuannya, membela diri terhadap dugaan praktik kartel produk motor matik.

Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf sudah menyebutkan harga sepeda motor jenis matik seharusnya berada di kisaran Rp7 juta - Rp8,5 juta per unit.

Executive Vice President YIMM, Dyonisius Betty pun menampik tuduhan Syarkawi itu. Dia menyebut jika harga pabrikan motor matik sebenarnya ada di kisaran Rp9,3 juta per unit. "Terkait harga sepeda motor, itu harga pabrikan Rp9,3 juta," kata Dyon saat ditemui usai jalani sidang di KPPU, Selasa (26/7/2016).

Dia menjelaskan ketika sampai di konsumen, harganya memang naik 42 persen, alasannya konsumen harus menanggung pajaknya sendiri. "Harga tersebut berubah drastis dipasaran karena konsumen harus menanggung beban pajak sebesar 42 persen jadi nambah Rp3,9 juta," kata Dyon.

Selain itu, ada biaya-biaya lainnya yang dibebankan kepada konsumen seperti biaya untuk balik nama, biaya pembuatan plat nomer, dan mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sehingga hal inilah yang dinilai membuat harga motor melonjak signifikan dibanding harga pabrikan.

"Jadi memang negara kita PPN 10 persen, ada bea balik nama, bea dapet plat nomor, STNK, BPKB dan sebagainya. Itu off the road belinya termasuk termasuk PPN 10 persen disitu ada PPHya. Jadi harga Rp 14 jutaan atau lebih saya pikir adalah harga yang wajar," jelasnya.