Pembuatan Efek Visual 'Star Wars: The Force Awakens'

Pembuatan Efek Visual 'Star Wars: The Force Awakens'

Sabtu, 23 Jan 2016 | 08:00 | kontri
WinNetNews.com - Dalam nominasi Oscars 2016, film Star Wars: The Force Awakens mendapat nominasi Best Visual Effects. Tak mengherankan memang, sebab film ini membuat sekitar 110 karakter yang bukan manusia, termasuk beberapa karakter populer, seperti droid BB-8, Maz Kanata (Lupita Nyong'o), dan penjahat utama Supreme Leader Snoke (Andy Serkis). Bagaimana pembuatan efek visual dalam film garapan J.J. Abrams itu?

"Untuk pembuatan droid BB-8, ada 7 versi droid tersebut. Versi utama dari BB-8 dibuat secara nyata seperti sebuah boneka yang mirip dengan gerobak dorong. Operator BB-8 mendorong versi boneka tersebut dan kami juga membuat sebuah remote control agar sang operator bisa mengendalikan kepala BB-8, sehingga bisa mendorong BB-8 ke mana pun dia mau, dan kepala BB-8 pun bisa bergerak dengan leluasa,” tambah Creature Effects Supervisor, Neal Scanlan, seperti dikutip The Hollywood Reporter.

Ada pula operator BB-8 yang kedua. Melalui radio control , dia mampu menentukan gerakan kepala BB-8 dan mengatur nyala lampu di kepala BB-8. Scanlan juga menjelaskan bahwa nantinya operator yang mendorong BB-8 dihilangkan dengan memakai efek digital. Hal ini dilakukan untuk BB-8 yang bergerak. Adapun untuk adegan BB-8 yang tak bergerak menggunakan versi lain dari BB-8, dan tak memerlukan operator di tempat.

Sementara itu, versi lain dari BB-8 ada juga yang memiliki roda-roda penyeimbang gerakannya, dan roda-roda tersebut juga dihilangkan dengan memakai efek digital. Selain itu, karena lokasi syuting banyak dilakukan di padang pasir, tim efek visual juga melakukan editing visual untuk jejak-jejak kaki yang dihasilkan oleh para operator BB-8.

“Makhluk yang menangkap BB-8 di Planet Jakku sangat mirip dengan kuda perang. Untuk membuat adegan itu diperlukan dua operator, mereka saling berhadapan dan membentuk sebuah makhluk seperti kuda. Dalam adegan tersebut kami menghilangkan kaki-kaki dari para operator secara digital,” jelas Scanlan.

 

Sedangkan hewan yang ada di dekat wadah air, tempat Finn meminum karena kehausan, ternyata 'dihidupkan' oleh lima orang, mereka ada di kaki-kaki hewan tersebut, dan satu ada di kepala. Adapun karakter Maz Kanata dan Supreme Leader Snoke dibuat dengan memakai gabungan Performance Capture dan Key-Frame Animation.

Performance Capture adalah teknik untuk merekam gerakan manusia secara digital. Data rekaman tersebut nantinya diolah kembali dalam software khusus, sehingga nantinya karakter digital yang muncul dalam film bisa bergerak sesuai gerakan actor -nya. Sedangkan, Key-Frame Animation merupakan teknik animasi menggunakan gambaran tangan yang bertujuan untuk membuat transisi antara gerakan.

Roger Guyett, Supervisor Efek Visual Star Wars: The Force Awakens , kemudian melakukan penggabungan antara practical effects dan digital effects secara hati-hati agar bisa didapatkan gambar yang nyata dan tidak ada perbedaannya. “Jika kalian mempunyai banyak karakter nyata dan harus digabungkan dengan karakter yang computer generated , maka kalian pasti tak mau membuatnya terlalu kontras dengan dunia aslinya,” ungkap Roger Guyett.

Khusus untuk Andy Serkis, proses seperti yang dilakukan dalam Star Wars ini bukanlah pengalamannya yang pertama baginya. Ia pernah memerankan karakter dengan proses Performance Capture dalam The Lord of the Rings dan Planet of the Apes. Tetapi, hal ini sepenuhnya hal baru untuk Lupita Nyong'o. Andy Serkis kemudian membantu Lupita untuk memahami teknologi ini, sehingga Lupita lebih bisa ber- acting dengan maksimal.

(dilansir dan diperbaiki dari Muvila)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...