Skip to main content

Pemegang Saham Setuju BII Ganti Nama jadi Maybank

Pemegang Saham Setuju BII Ganti Nama jadi Maybank

Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) menyetujui perubahan nama BII menjadi PT Bank Maybank Indonesia. BII bakal meminta persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta regulator terkait.

Presiden Direktur BII Taswin Zakaria mengatakan transformasi indentitas BII ini akan menggabungkan nilai-nilai BII dan Grup Maybank asal Malaysia. Selain itu, transformasi tersebut merupakan tahapan alamiah evolusi BII di dalam Grup maybank guna memajukan bisnis dan pertumbuhan bank.

“Perubahan ini diyakini akan makin memperkuat citra dan mempertegas posisi bank kami sebagai bagian dari jaringan kelompok usaha perbankan internasional,” jelasnya di Jakarta, Senin (24/8).

Transformasi BII dan Maybank, lanjutnya, merupakan suatu kelanjutan dari perjalanan yang telah dimulai sejak 2009. Perusahaan berharap, perubahan nama ini akan mempercepat kultur korporasi yang sama dengan Grup Maybank.

“Tujuannya mendorong operasional kami menjadi kontributor penting dan pada saat yang sama juga menyediakan layanan finansial yang selaras dengan misi humanising financial services,” jelasnya.

Ia merinci, proses transformasi ilmiah telah dimulai sejak 20 Maret 2009 dengan memperkenalkan identitas baru perusahaan. Hal ini menandai kehadiran pemegang pengendali, Malayan Banking Berhad (Maybank) yang merupakan kelompok usaha finansial terbesar keempat di Asen.

Sementara itu, terkait bentuk bisnis, Taswin menyatakan tidak ada perubahan khusus. Ia mengaku semua bentuk operasional bisnis masih sama dengan sebelumnya. Yang berubah hanyalah branding dari BII menjadi Maybank Indonesia.

“Tidak ada yang berubah. Semuanya masih sama. Nanti kita hanya branding lagi saja untuk Maybank Indonesia,” jelasnya.

Dari sisi kinerja terkini, BII mampu mencetak pertumbuhan Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Non Pengendali (PATAMI) sebesar 13,9 persen menjadi Rp 388 miliar pada semester I 2015, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 341 miliar.

Pendapatan Bunga Bersih (NII) BII meningkat 10,9 persen dari Rp 2,8 triliun pada Juni 2014 menjadi Rp 3,1 triliun pada Juni 2015 karena Marjin Bunga Bersih Bank naik menjadi 4,73 persen dari 4,48 persen.

Sementara pendapatan operasional lainnya (pendapatan imbal jasa atau fee based income) per 30 Juni 2015 naik 8,5 persen menjadi Rp 1,1 triliun dibandingkan dengan Rp 1,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top