Pemerintah Akan Bantu 200 Startup Tahun Ini

Pemerintah Akan Bantu 200 Startup Tahun Ini

Rabu, 27 Jan 2016 | 19:45 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan mengalokasikan dana sekitar US$ 6-7 juta atau sekitar Rp 80-100 miliar demi pengembangan sekitar 200 startup pada tahun ini.

Menkominfo Rudiantara mengatakan, jumlah dana tersebut akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan juga funding dari perusahaan-perusahaan besar yang siap membantu para startup. Pengembangan startup bertujuan untuk mendorong ekonomi digital di Indonesia.

“Saya sudah berbicara dengan beberapa perusahaan besar untuk ikut terlibat. Pemerintah juga akan membantu dengan mengalokasikan anggaran melalui APBN untuk pengembangan 200 startup yang membutuhkan dana sekitar US$ 6-7 juta per tahun,” kata Rudiantara di Jakarta, Selasa (26/1).

Langkah itu, menurut Rudiantara yang akrab disapa Chief RA, sebagai salah satu cara pemerintah untuk mendorong agar digital ekonomi ini benar-benar berjalan. Ia sejak tahun lalu sudah mencanangkan untuk melahirkan 1.000 startup dalam lima tahun ke depan. Itu berarti, tiap tahun akan lahir 200 startup.

Menurut Rudiantara, untuk mendapatkan sekitar 200 startup pada tahun ini, bukanlah pekerjaan yang gampang. Para startup nantinya harus melewati proses inkubasi, mentoring, dan juga hacktaton. Pada akhirnya para startup bisa mandiri dan dapat mencari dana lewat pasar modal atau melakukan Initial Public Offering (IPO).

 

Chief RA mengharapkan, para startup yang melewati proses tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku lainnya dalam membangun ekonomi digital di Indonesia.

“Nantinya, para startup ini juga akan dibekali dengan apa yang kita sebut sesi talks. Semacam seminar yang dibawakan oleh mereka-mereka yang sudah berhasil, seperti Nadiem (Nadiem Makarim, CEO Go-Jek) dan juga Jack Ma (Pendiri Alibaba). Supaya para startup bisa mendapat motivasi dan juga inspirasi,” ujar Rudiantara.

Dalam acara peresmian Pusat Inovasi Huawei yang bekerja sama dengan Kemkominfo, Rudiantara juga telah menyebutkan tentang target 200 technopreneurs baru setiap tahunnya. Hal ini otomatis akan meningkatkan aktivitas e-commerce dan menjadi pendorong ekonomi digital di Indonesia.

“Pada tahun 2020, value dari e-commerce Indonesia diharapkan mencapai angka minimal US$130 miliar. Dengan lahirnya 200 technopreneurs baru setiap tahun, ini akan meningkatkan aktivitas e-commerce di Indonesia, sehingga diharapkan e-commerce dapat menjadi pendorong ekonomi digital di Indonesia,” jelas Rudiantara.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...