Skip to main content

Pemerintah Akan Melarang Impor Ponsel 'Batangan'

Pemerintah Akan Melarang Impor Ponsel Batangan
Pemerintah Akan Melarang Impor Ponsel Batangan

Selama bertahun-tahun Indonesia selalu menjadi pasar produk telepon seluler (ponsel) dari beberapa negara. Bahkan ponsel-ponsel tersebut bebas masuk ke pasar dalam negeri secara utuh atau 'batangan' tanpa proses perakitan.

Namun kini, beberapa peraturan yang dibuat pemerintah memaksa para pelaku usaha agar beralih dari hanya sebagai importir, namun sebagai produsen ponsel di dalam negeri. Setidaknya ada tiga aturan yang sudah dan bakal berlaku efektif untuk mendorong berkurangnya peredaran ponsel impor secara utuh atau gelondongan.

Pertama, ponsel impor yang dipasarkan di dalam negeri terancam tak lagi bisa beredar bila importir dan produsen merek ponsel tersebut tak menanamkan investasinya di Indonesia. Pemerintah memberikan waktu hingga Februari 2016 bagi importir atau produsen untuk segera merealisasikan investasi

Kedua, pemerintah juga mengharuskan importir atau produsen meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebanyak-banyaknya. Jika di 2017, TKDN tak mencapai 30%, maka izin edarnya akan dicabut, alias produk tersebut tak bisa beredar.

Ketiga, Kementerian Perindustrian juga menginisiasi aturan mengenai Pendaftaran Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam dan Komputer Tablet, yang dituangkan dalam Permenperin Nomor 108 tahun 2012.

Warsito menyebut, nantinya, implementasi aturan ini bakal disempurnakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Nantinya, ponsel-ponsel yang nomor IMEI-nya tidak terdaftar di Kemenperin, terancam tak bisa berfungsi atau dioperasikan.

"Kami punya bank data nanti sangat besar. Tujuannya agar ponsel-ponsel selundupan itu pasti tidak akan hidup" kata Warsito. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top