Pemerintah Akan Ujicoba Aturan Ganjil Genap di Tol Jagorawi dan Tangerang Pekan Depan
ilustrasi

Pemerintah Akan Ujicoba Aturan Ganjil Genap di Tol Jagorawi dan Tangerang Pekan Depan

Jumat, 13 Apr 2018 | 15:30 | Rusmanto

WinNetNews.com - Kebijakan mengurai kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek dianggap berhasil mengurangi kepadatan. Oleh karena itu, kebijakan ini akan diterapkan di dua ruas tol lain yakni Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Tangerang.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, ganjil genap di Tol Jagorawi dan Jakarta-Tangerang akan berlaku Mei 2018. Sebelum resmi diberlakukan, BPTJ akan melakukan uji coba pada 16 April 2018 atau mulai pekan depan.

"Pada Senin tanggal 16 April akan uji coba dulu sampai akhir bulan. Kemudian awal Mei kami harapkan Permenhub sudah turun, dan kami implementasikan awal Mei," kata kepala BPTJ Bambang Prihartono dalam konferensi persnya di kantor Jasa Marga, Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018). 

Bambang menjelaskan kebijakan ganjil genap di tol akan dilakukan pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Adapun untuk Tol Jagorawi ganjil genap dilakukan pada Gerbang Tol Cibubur 2. Sementara, pada Tol Jakarta-Tangerang akan dilakukan gerbang Tol Kunciran 2 dan Tangerang 2.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, untuk Tol Jagorawi akan dilakukan dua paket kebijakan. Yakni penerapan ganjil genap dan lajur khusus bus. 

"Di situ ada dua paket kebijakan, karena karakteristik lalu lintasnya besar, tapi truk sangat minim di sana. Jadi pertama kita implementasikan lajur khusus bus mulai dari Bogor sampai Pasar Rebo. Kemudian ganjil genap di Cibubur 2," katanya.

Sementara untuk jalan Tol Jakarta-Tangerang akan diterapkan tiga paket kebijakan sama seperti di Jakarta-Cikampek, yakni ganjil genap, lajur khusus bus, dan pembatasan khusus untuk truk.

"Karakteristik Jakarta-Tangerang hampir sama dengan Jakarta-Cikampek. Oleh karenanya di sana akan diterapkan tiga kebijakan sekaligus. Pengaturan truk yang kita atur masalah Golongan III,IV, dan V. Kenapa golongan itu, karena dari data itu kecepatannya sangat rendah. Gol 2 masih aman," tuturnya. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...