Pemerintah : Ambil Saham Freeport, Bakal Tarik Pinjaman Luar Negeri

Pemerintah : Ambil Saham Freeport,  Bakal Tarik Pinjaman Luar Negeri

WinNetNews.com - Divestasi sahamnya yang harus di lakukan PT Freeport Indonesia sebesar 10,64 persen kepada pemerintah Indonesia yang prosesnya dimulai pada Oktober 2015. Dengan divestasi itu maka pemerintah akan memiliki saham Freeport sebesar 20 persen.

saat ini tengah di persiapkan pengambilan saham tersebut oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno melalui perusahaan BUMN yaitu PT Indonesia Asahan Aluminium / Inalum (Persero).

Rini memastikan akan melibatkan perbankan untuk memperoleh fasilitas pendanaan agar dapat mengambil divestasi saham PT Freeport Indonesia. Apalagi nilai divestasi saham 10,64 persen mencapai US$ 20 miliar atau setara Rp 20,7 triliun (asumsi kurs Rp 13.504 per dolar Amerika Serikat). Peluang pinjaman itu juga terbuka untuk bank asing.

"‎Karena ini nilainya bagus, dan Inalum itu balance sheetnya sangat kuat, perbankan pasti mau, apakah itu perbankan BUMN atau bukan. Tentu kalau BUMN masih ada kapasitasnya tentu lebih baik BUMN, tapi (perbankan) internasional sangat mau memberikan pembiayan untuk ini," kata Rini,lansir liputan6, Senin (19/10/2015).‎

Baca juga : 2 BUMN Ditunjuk Rini Soemarno Serap Saham Freeport

Mengenai proses pengambil alihan saham tersebut, Rini menjanjikan segala persyaratan akan dipenuhi paling lambat pada akhir bulan ini. Nantinya BUMN yang ditunjuk terlebih dahulu mengajukan proposal kepada pemerintah sebelum melakukan divestasi.‎Sebelumnya, Rini telah mengindikasikan pengambilan saham Freeport tersebut akan dilakukan oleh Inalum.

 

Dipilihnya Inalum untuk menjadi perushaan yang akan mengambil alih dikarenakan kondisi keuangan dan menejemen perusahaan saat ini yang cukup bagus.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno , menerangkan "Kita lihat balance yang sangat kuat itu Inalum, karena kalau Antam tidak kuat juga sebab Antam tengah mengerjakan proyek smelter yang butuh investasi yang cukup besar juga,"

.Dengan begitu, maka kepemilikan saham Freeport Indonesia akan terbagi dalam dua BUMN yaitu sebelumnya 9,36 persen telah menjadi milik PT Antam (Persero) sedangkan yang 10,64 akan dimiliki oleh Inalum.

Baca juga : Jubir : Untuk Mendidik Orang Papua Freeport Itu Laboratorium besar

Tidak hanya itu, Inalum dipilih karena perusahaan alumunium tersebut telah menjalin sinergi dengan Antam‎ dalam pembangunan smelter. Dengan begitu diharapkan keduanya akan saling mengisi untuk mengambil alih saham Freeport tersebut.

Baca juga : 7 BUMN : Diberi Kesempatan Dukung Kegiatan Operasi Freeport

"‎Kami melihatnya perlu karena Inalum kan belum ada tambang, belum pernah dalam aktifitas operasional tambang, kita harapkan kan Antam punya kemampuan itu jadi efektif dalam berkolaborasi sebagai pemegang saham dari Freeport," pungkas Rini.