(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pemerintah Arab Saudi Bantah Cekal Rizieq Shihab

Rusmanto
Rusmanto

Pemerintah Arab Saudi Bantah Cekal Rizieq Shihab istimewa

WinNetNews.com - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, membantah negaranya melakukan pencekalan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk keluar dari negaranya. Ia pun mengaku tak mengenal tokoh pimpinan FPI itu.

"Saya tidak tahu siapa dia (Rizieq Shihab). Saudi tidak pernah menahan siapa pun untuk keluar dari negara kami. Siapa pun yang mau keluar, silahkan keluar," ujar Osama saat ditemui usai menghadiri pertemuan di Kementerian Luar Negeri RI, Senin (1/10).

Pernyataan itu diutarakan Osama menanggapi klaim Rizieq yang mengatakan bahwa dia dan keluarganya sedang dicekal di Arab Saudi. 

Selain itu menurut UU keimigrasian RI, pencekalan biasanya dijatuhkan kepada warga negara asing yang kedapatan melakukan tindak pidana umum dan imigrasi di Indonesia.

"Tindak pidana umum itu bisa pencurian, kriminal, sementara pidana keimigrasiaan itu biasanya menyangkut pelanggaran izin tinggal," seperti disampaikan Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno.

Hal senada pun diungkap oleh Osama. 

"Anda harus mengetahui siapa dia (Rizieq Shihab) dan apa cerita dibelakangnya."

Melalui rekaman suara yang diputar di tengah acara Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa di Monas, Jakarta, Sabtu (29/9), Rizieq menegaskan pencekalannya itu untuk menyelamatkan dirinya.

Dalam rekaman itu, Rizieq juga turut mengucapkan terima kasih terhadap pemerintah Saudi karena telaah melindunginya, meski mewanti-wanti agar pencekalannya tidak berlangsung lama.

"Bahwa benar saya di Arab Saudi sedang dicekal tak boleh meninggalkan Arab Saudi sehingga saya dan keluarga untuk sementara waktu belum bisa keluar dari negara Arab Saudi," kata Rizieq.

"Sebagaimana pernyataan dubes Arab Saudi di Jakarta beberapa hari lalu... Bahwa pencekalan saya tak lain dan tak bukan adalah untuk menjaga keselamatan saya sekeluarga," kata dia menambahkan.

Menanggapi pernyataan itu, Osama menegaskan bahwa Saudi tidak melindungi Rizieq secara khusus. 

Dia menjelaskan bahwa sudah kewenangan Saudi untuk melindungi warga di negaranya, termasuk warga asing.

"Saudi melindungi orang-orang yang berada di Saudi baik itu warga negara atau warga asing. Jika mereka mau pergi keluar, mereka boleh pergi. Kita tidak pernah menghentikan siapa pun," ucap Osama.

Sebelumnya, Kedutaan Besar RI di Riyadh juga mengatakan tak ada pencekalan terhadap Rizieq sebab tak ada notifikasi yang diterima dari otoritas Saudi.

Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan pemerintah menunggu konfirmasi pihak Saudi jika memang pencekalan itu ada.

Soal pembatasan pergerakan, Agus mengatakan Rizieq memang tidak bisa banyak beraktifitas, apalagi sembarangan mengumpulkan massa dan berceramah.

Sebab, papar Agus, Rizieq datang ke Saudi menggunakan visa ziyarah tijariyyah (visa kunjungan bisnis) yang tidak bisa dipergunakan untuk bekerja (not permitted to work).

Agus bahkan mengatakan izin tinggal Rizieq tersebut juga sudah kedaluarsa.

"Berdasarkan penelusuran KBRI Riyadh, saat ini visa yang digunakan oleh Mohammad Rizieq Syihab (MRS) untuk berada di wilayah KAS telah melewati batas waktu yang ditentukan," kata Agus.

"Visa itu sebenarnya sudah habis masa berlakunya pada tanggal 9 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa No 603724XXXX hingga intiha' al-iqamah (akhir masa tinggal) pada tanggal 20 Juli 2018." (cnnindonesia)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});