Pemerintah AS Himbau Warganya untuk Buang Semua Stok Bawang, Kenapa?

Rusmanto

Dipublikasikan sebulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Pemerintah AS Himbau Warganya untuk Buang Semua Stok Bawang, Kenapa?
ilustrasi
Winnetnews.com -  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengimbau seluruh warga AS untuk membuang semua stok bawang merah, putih, dan bombai yang tidak berlabel. Sebab, ratusan orang di 37 negara bagian terserang wabah salmonella, diduga gara-gara makan bawang.

CDC menyebut, pelacakan telah dilakukan ke satu sumber infeksi yakni bawang yang diimpor dari Chihuahua, Meksiko dan didistribusikan oleh ProSource Inc.

Data hingga kini, sebanyak 652 orang telah dilaporkan sakit. 129 pasien di antaranya dirawat di rumah sakit, namun tidak ada laporan kematian.

Menurut CDC, jumlah orang yang sakit kemungkinan sudah jauh lebih tinggi dibanding yang ada pada data, di mana sebagian besar kasusnya tidak dilaporkan. Kasus infeksi tersebut tercatat antara 31 Mei dan 30 September.

"Wawancara dengan orang sakit menunjukkan bahwa 75 persen orang makan atau mungkin makan bawang mentah atau hidangan yang kemungkinan mengandung bawang mentah sebelum mereka jatuh sakit," terang CDC dalam pernyataan tertulis, dikutip dari Bloomberg, Kamis (21/10/2021).

"Beberapa orang sakit melaporkan makan di restoran yang sama, menunjukkan bahwa mereka mungkin bagian dari kelompok penyakit," sambungnya.

Lebih lanjut, CDC mengimbau warga AS untuk tidak membeli bawang impor dari Chihuahua, serta membuang semua bawang yang tidak memiliki stiker atau kemasan.

Warga juga diminta mencuci semua permukaan bawang dan wadah yang sempat menyentuh permukaan bawang menggunakan air, sabun panas, atau mesin pencuci piring.

Diketahui, gejala salmonella mencakup diare, demam dan kram perut yang berlangsung enam jam sampai enam hari setelah makan makanan yang terkontaminasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "600-an Warga AS Jatuh Sakit Gegara Bawang, Apa yang Terjadi?"


 

TAGS:

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...