Pemerintah Berencana Sadap WhatsApp, Amnesty Internasional Beri Kecaman

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Pemerintah Berencana Sadap WhatsApp, Amnesty Internasional Beri Kecaman Ilustrasi: DigitBin

Winnetnews.com - Beberapa waktu belakangan Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Australia meminta Facebook untuk membuka akses layanan pesan WhatsApp, Instagram, dan Messenger guna memerangi kejahatan siber. Permintaan ketiga negara besar ini lantas membuat Amnesty Internasional geram.

“Mengejutkan jika pemerintah ingin membalikkan perlindungan keamanan yang sudah ada untuk miliaran orang di muka bumi yang menggunakan WhatsApp dan Facebook Messanger,” tulis Joe Wetsby di laman Amnesty Internasional.

Pihak Amnesty Internasional menuntut ketegasan Facebook untuk menolak permintaan tersebut. Menurut Amnesty Internasional, perlindungan privasi dan enkripsi termasuk ke dalam hak asasi manusia.

“Di sini Facebook sudah mengambil upaya yang tepat untuk mencegah adanya penysupan komunikasi privat. Pemerintah salah jika berpikir menganggu teknologi enkripsi adalah upaya yang berguna,” jelas Joe.

Ia mengatakan jika enkripsi itu erat kaitannya untuk melindungi hak asasi manusia secara online. Sederhananya, tanpa enkripsi yang aman, para pengguna akan terancam. “Proposal backdoor beberapa kali menunjukkan bahwa hal tersebut tidak bekerja,” celetuk Joe kemudian.

“Memperlemah enkripsi aplikasi komersial populer tentu sangat menganggu hak miliaran hak warga sipil. Harus diingat bahwa setiap orang yang berniat melakukan kejahatan atau aksi terorisme bisa melakukkannya dengan layanan enkripsi lain.

“Pemerintah negara adidadya harus ingat tentang banyaknya insiden penerobosan komunikasi privat orang biasa, jurnalis dan aktivis HAM, kadang dengan menggunakan konsekuensi yang mematikan. Enkripsi harus dilihat sebagai upaya keamanan dan privasi dasar, sama dengan pagar yang ada di rumah orang,” pungkasnya.

Apa Reaksi Kamu?