Pemerintah : Bulog Tingkatkan Cadangan Beras

Muchdi
Muchdi

Pemerintah : Bulog Tingkatkan Cadangan Beras

WinNetNews.com - Tingkat intensitas kekeringan tahun ini mengakibatkan terganggunya produksi beras. Perum Bulog untuk meningkatkan serapan beras penugasan subsidi (public service obligation/PSO) ini merupakan Instruksi Pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Jumat (9/10), Mengatakan "Upaya untuk menaikkan stok Bulog harus makin dinaikkan," Langkah itu mesti diambil pemerintah setelah mendapat laporan BMKG bahwa indeks tingkat kekeringan di Indonesia telah menyentuh tingkat yang tertinggi selama belasan tahun terakhir. "Bahkan lebih tinggi daripada September-Oktober 1997 lalu waktu El Nino parah sekali,"tambahnya.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai kondisi di lapangan dan Bulog diminta untuk meningkatkan stok beras PSO yang berupa beras kualitas medium. Namun, Darmin mengungkapkan ada potensi hujan yang memungkinkan aktivitas bercocok tanam dalam beberapa bulan ke depan. Berdasar data mereka (BMKG), Januari sebenarnya sudah mulai bisa memasuki aktivitas tanam.

Ia mengungkapkan pula perge rakan harga beras di pasaran cenderung naik sejak Mei lalu. "Naiknya sudah mulai berkisar 6,8%-10%. Tapi dengan catatan, seminggu terakhir agak sedikit turun karena operasi-operasi pasar pemerintah," ujar dia.

 

Di sisi lain, Bulog meragukan cadangan beras PSO dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Februari tahun depan. "Kalau El Nino ini sampai Februari, artinya musim tanam mundur sampai empat bulan, saya rasa tidak cukup (cadang an).

Karena tidak pernah terjadi begitu, perlu skema lain," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu saat dihubungi, kemarin. Menurut Wahyu, saat panen raya saja sangat sedikit petani yang melepas berasnya dengan sesuai harga pembelian pemerintah Rp7.300/kg. Apalagi, musim panen sudah lewat. Namun, Bulog tetap menyerap beras di beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dengan dua skema, yakni skema PSO dan skema komersial. "Hanya jumlahnya tidak sebesar saat musim panen karena secara alamiah kalau masuk Oktober, November, Desember sudah berkurang, " imbuh Wahyu. Per Oktober 2015 cadangan beras PSO mencapai 1,6 juta ton. Angka itu, menurut Wahyu, masih memadai jika hujan turun lebih cepat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});