(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pemerintah China Ingin Ambil Satu Persen Saham Baidu dkk

Ahmad Mashudin
Ahmad Mashudin

Pemerintah China Ingin Ambil Satu Persen Saham Baidu dkk

WinNetNews.com - Pemerintah China tampaknya ingin memperketat kontrol terhadap perusahaan teknologi di negaranya. Menurut sumber dalam, pemerintah telah mengajukan proposal baru yang mengindikasikan hal tersebut.

Proposal itu menyatakan bahwa pemerintah berhak mengambil satu persen saham perusahaan-perusahaan internet besar di China, sebagaimana dilaporkan WSJ dan dihimpun KompasTekno, Selasa (3/5/2016).

Tak hanya itu, pemerintah juga berhak mendapat jatah kursi sebagai pemangku kebijakan atau board di perusahaan. Artinya, pemerintah akan punya pengaruh lebih besar terhadap kebijakan perusahaan. Salah satunya terkait sensor konten yang selama ini menjadi perhatian utama di China.

Perusahaan yang bisa jadi terkena dampak adalah yang selama ini berada dalam pengawasan Cyberspace Administration of China dan State Administration of Press, Publication, Radio, Film, and Television.

Beberapa di antaranya adalah Tencent Holdings, Baidu, dan NetEase. Hampir semua perusahaan online perlu mawas diri jika proposal tersebut ditetapkan sebagai kebijakan legal.

Selama ini, perusahaan internet di China diharuskan memenuhi syarat operasi dari pemerintah. Salah satunya terkait sistem sensor konten.

Perusahaan memperkerjakan ratusan orang untuk memonitor dan menghapus konten-konten sensitif pada platform mereka. Terkadang, ada saja yang luput dari monitor. Jika sudah begitu, perusahaan bakal meminta maaf dan kemudian menghapus konten yang bersangkutan.

Menurut situs yang merekam jejak penyensoran situs di China, GreatFire.org, ada 21 persen dari total 400.000 domain, tautan situs, media sosial, dan alamat IP, yang diblok China sepanjang pekan lalu.

Pada bulan April, media asal Inggris Economist diblok setelah mempublikasikan artikel yang membahas keterlibatan Presiden China Xi Jinping pada laporan investigasi "Panama Papers".

Baru-baru ini, China juga menyetop layanan film dan buku online Apple. Pemerintah juga menangguhkan kerja sama antara Alibaba dengan Walt Disney, semuanya bersumbu pada masalah konten.

Sumber: kompas.com

Foto: thepresidentpostindonesia

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});