Pemerintah Dan PLN Dinilai Perlu Gandeng Listrik Swasta

Pemerintah Dan PLN Dinilai Perlu Gandeng Listrik Swasta

Minggu, 21 Agt 2016 | 22:36 | Rusmanto
WinNetNews.com - Sejumlah pengamat energi serta anggota DPR mendesak pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk lebih berani dalam bersinergi dengan listrik swasta terintegrasi untuk mendukung dalam program 35.000 megawatt.

Hal ini penting guna mempercepat realisasi program 35.000 MW yang diinstruksikan pemerintah, menjamin kualitas listrik untuk mendukung pertumbuhan investasi, serta mencegah permainan oknum penjual proyek.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara secara khusus mengkritisi soal peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik yang mendesak. Menurut dia, di satu sisi Presiden Joko Widodo ingin pemenuhan pasokan listrik terlaksana, tapi di sisi lain ada pihak yang bermain dalam proyek itu.

"Sudah tahu bahwa proyek 35.000 megawatt mendesak, tapi tender diakal-akalin. Sudah ada pemenang tender, tapi pemenangnya dibatalkan," tutur Marwan di Jakarta, Minggu (21/8/2016).

Mengatasi masalah ini, dia mendesak agar PLN lebih berani secara subjektif menentukan tender pembangkit listrik yang akan diserahkan pada swasta, terutama listrik swasta yang terintegrasi dengan kawasan industri.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Faby Tumiwa menilai PLN dan pemerintah masih setengah hati dalam menggandeng listrik swasta untuk mempercepat program 35.000 MW. "Memang mau tidak mau perlu melibatkan swasta, jadi tidak harus semua PLN sehingga terbebani," ujar Faby.

Menurut hitungan Faby, kebutuhan pendanaan pembangkit listrik adalah Rp1.100 triliun untuk membangun pembangkit dan komponen lain dalam program 35.000 MW. Jika dibagi-bagi, tiap tahunnya PLN harus merogoh kocek Rp200 triliun untuk bisa memenuhi proyek itu. Sementara itu, kemampuan perusahaan pelat merah itu hanya sekitar Rp50 triliun, dan jika meminjam mungkin hanya Rp100 triliun.

Untuk itu, perlu adanya kajian kerja sama dan negosiasi antara PLN dan swasta dengan tujuan penyediaan listrik secara masif. Faby sendiri menilai langkah ini sangat bisa dilakukan perusahaan tersebut. Sebab, tak sedikit pihak swasta yang sudah membangun pembangkit listrik secara berdikari.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...