Pemerintah Diminta Transparan Terkait Harga BBM Kemahalan

Pemerintah Diminta Transparan Terkait Harga BBM Kemahalan

Senin, 25 Jan 2016 | 08:23 | Liani
WinNetNews.com - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara menilai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan harga keekonomian dinilai masih terlalu tinggi. Pemerintah pun diminta untuk transparan terkait perhitungan harga BBM tersebut.

"Pertamina itu kan BUMN, dia harus menjalankan kebijakan pemerintah, ini harus transparan. Terutama soal harga jual BBM, dengan kondisi seperti ini (harga minyak dunia anjlok), berapa sebenarnya harga keekonomian," kata Marwan dalam diskusi 'Energi Kita' di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (24/1/2016).

Ia menjelaskan, masyarakat perlu tahu selisih harga BBM yang dijual oleh Pertamina digunakan untuk kegiatan apa dan apa yang akan didapat masyarakat dari selisih itu.

"Masyarakat perlu diberi pemahaman, kalau di AS (Amerika Serikat) dan Eropa harga sudah 27-28 dolar AS per barel. Ini biar tidak misleading. Itu uang rakyat, masyarakat berhak tahu. Dan pemerintah harus menjelaskan kalau memang itu uang akan dikembalikan ke rakyat seperti apa," tegasnya.

Ia juga meminta kepada Pertamina dan pemerintah untuk membuka perhitungan harga BBM ke publik dan berapa keutungan Pertamina sebenarnya dalam penjualan BBM.

"Berapa sebetulnya untung yang diperoleh, lalu akumulasinya sampai sekarang berapa? Dengan begitu masyarakat paham itu uang saya dikemanakan. Jadi harus ada transparansi," ungkapnya.

Dilansir dari laman suaranews 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...