(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pemerintah Habiskan Rp 191 Miliar Untuk Mempercantik Bandara Komodo

Muchdi
Muchdi

Pemerintah Habiskan Rp 191 Miliar Untuk Mempercantik Bandara Komodo

WinNetNews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperbaiki sejumlah bandara 'kecil' di wilayah timur Indonesia dan mengubahnya menjadi lebih cantik dan modern. Salah satunya adalah Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bandara yang semula bernama Bandara Mutiara II ini, dipoles bangunan terminal penumpangnya sehingga memiliki kapasitas yang lebih besar dan fasilitas lebih modern.

Terminal baru Bandara Komodo dibangun mulai tahun 2012 dan selesai di 2015, mengambil wujud menyerupai binatang khas Indonesia "Komodo" dengan luas 9.687 meter persegi sehingga bisa menampung penumpang hingga sebanyak 553 orang penumpang.

"Total biaya yang dikeluarkan dari tahun 2012-2015 sebesar Rp 191,79 miliar rupiah," ujar Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso ,Sabtu (2/1/2016).

Fasilitas yang bisa dijumpai di terminal baru Bandara Komodo dari mulai fitur keamanan seperti x-ray, gerbang pendeteksi logam, fasilitas pengambilan bagasi yang lebih modern.

 

Terminal baru ini juga dilengkapi dengan apron atau tempat parkir pesawat seluas 225 meter x 100 meter, Stop Way 60 meter x 30 meter, navigasi NDB, DVOR, PAPI, AFL.

Menurut Agus, pengembangan ini jelas memberikan arti penting mengingat semakin tingginya kunjungan wisatawan melalui tranportasi udara ke kawasan ini. Namun tak akan tertampung bila hanya mengandalkan terminal bandara yang lama.

Karena, di tahun 2014 saja, terminal lama Bandara Komodo hanya bisa menampung penumpang sekitar 220 orang saja.‎

Ke depan, kata dia, pengembangan masih akan dilanjutkan berupa perpanjangan landasan pacu menjadi 2.500 meter. Harapannya agar bisa didarati dengan pesawat yang berukuran lebih besar.

 

Saat ini, landasan pacu Bandara Komodo hanya sepanjang 2.150 meter dengan pesawat terbesar yang bisa mendarat adalah jenis ATR 72-500 yakni pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop ‎dengan kapasitas penumpang maksimal 78 orang‎.

sumber dari detikfinance, Jakarta

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});