Skip to main content

Pemerintah Harus Segera Sikapi Permintaan Pembangunan Lapas Baru

Pemerintah Harus Segera Sikapi Permintaan Pembangunan Lapas Baru
Pemerintah Harus Segera Sikapi Permintaan Pembangunan Lapas Baru

WinNetNews.com - Dulu mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar pernah mengatakan, bahwa kondisi lembaga pemasyarakatan di Indonesia tidak memadai. Di sisi lain, Pemerintah tidak mungkin membangun lapas dengan mengandalkan APBN.

"Kondisinya sudah kayak ikan teri. Tingkatnya (over load) sudah mencapai 400 persen," kata Patrialis beberapa waktu lalu.

Departemen, kata dia, berinisiatif mengirim surat ke pemerintah daerah (pemda) seluruh Indonesia agar mereka membangun lapas sendiri. Hal ini, menurut dia, demi masyarakat daerah itu sendiri. "Itu (lapas) akan menjadi aset mereka. Kami hanya mengelola sebagai pemerintah pusat," kata dia.

Kerusuhan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Malabero, Kota Bengkulu beberapa hari lalu, dinilai tidak akan pernah terhenti selama pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM tidak membangun Lapas baru untuk menampung warga binaan.

"Seharusnya pemerintah belajar dari kasus kerusuhan yang pernah terjadi. Kemudian diantisipasi agar tidak terulang kembali," ujar pemerhati masalah keamanan di Medan, Horas Siagian.

Siagian mengatakan, tidak etis jika kerusuhan yang terjadi diakibatkan dari ulah para napi-napi tersebut. Petugas lapas pun tidak serta merta bisa disalahkan. Kerusuhan terjadi karena pemerintah terkesan kurang merespon.

"Program pemerintah dalam penanganan warga binaan tidak jelas. Narapidana dibiarkan membludak di dalam sel tahanan. Bahkan, isu yang beredar, ada diskriminasi oleh petugas lapas terhadap napi," katanya.

Selain itu, kejahatan yang dikendalikan dari dalam lapas pun sering terjadi. Kondisi ini terjadi karena jumlah petugas tidak sebanding dengan napi yang dijaga.

Dilansir dari berbagai sumber

Foto: www.pemasyarakatan.com


Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top