Pemerintah Harus Tegas dan Usut Tuntas Tragedi Mei 1998
sumber foto : istimewa

Pemerintah Harus Tegas dan Usut Tuntas Tragedi Mei 1998

Minggu, 14 Mei 2017 | 00:09 | Oky

Winnetnews.com - Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta bersikap tegas dan mengusut tuntas Tragedi Mei 1998. Setelah sekian lama berlalu, peristiwa memilukan yang kental dengan konflik beraroma SARA itu belum juga dapat dituntaskan.

Dalam peringatan 19 tahun Tragedi Mei 1998 yang digelar di Jakarta, Komnas Perempuan, mendesak kepada pemerintahan Presiden Jokowi untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini.

“Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada kami. Ini bukanlah ritual tahunan, yang terjadi kerusuhan di sejumlah kota besar saat itu, tapi ini juga ruang proses pemulihan korban serta pemulihan rekonsiliasi komunitas korban,” kata Ketua Komisi Perempuan, Azriana Manalu, saat sambutan di TPU Pondok Ranggon, Blad 27, Blok AA1, Jalan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (8/5/2017).

“Kami berharap inisiatif dapat dikembangkan menjadi bagian nasional, baik itu Tragedi Mei 98 atau tragedi lainnya. Kami juga sampaikan apresiasi kepada pemerintah, dan pemulihan bagi komunitas korban, pembebasan retribusi makam, dan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga korban,” tambah Azriana Manalu.

Azriana Manalu berharap, hal-hal yang berhubungan dengan SARA jangan dijadikan sebagai komoditas untuk kepentingan tertentu. “Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, tragedi ini ketika sentimen etnis dimainkan, yang menjadi korban bukan hanya masyarakat, tapi juga warga lainnya. Beberapa pihak juga mengambil keuntungan,” ucapnya.

“Kita berada di samping makam korban, setiap nisan diberi nama ‘Korban Tragedi Mei 98′. Makam tersebut berisi kerangka korban yang terbakar di sejumlah tempat di Jakarta, sebagian besar mereka masih remaja,” beber Azriana Manalu.

Turut hadir dalam acara peringatan ini adalah Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Plt. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, keluarga korban Tragedi Mei 98, lembaga pendamping, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...