Skip to main content

Pemerintah Indonesia Minta Transparansi Proses Kasus Hukum di Malaysia, Ada Apa ya?

Juru bicara Kemenlu RI, Arrmanatha NasirFoto: KarnaWNN
Juru bicara Kemenlu RI, Arrmanatha NasirFoto: KarnaWNN

WinNetNews.com – Proses hukum terhadap WNI bernama SA di Malaysia yang dituduh terlibat pembunuhan Kim Jong-nam diminta dapat dilakukan secara terbuka dan tidak ditutupi. Permintaan itu terlontar dari pemerintah Indonesia. Sementara kasus yang menimpa SA karena dituduh membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara tersebut di Malaysia pada Februari lalu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir mengatakan, pengacara SA bersama dengan KBRI Kuala Lumpur dan tim Perlindungan WNI sejak awal hingga saat ini terus bekerja sama dan mengawal proses hukum tersebut. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah bertemu dengan tim pengacara untuk mendapatkan perkembangan kasus terbaru.

"Kita ingin agar kasus ini dapat dilakukan secara terbuka dan tidak ditutupi. Kami yakin Siti Aisyah akan mendapatkan pembelaan yang baik," kata Arrmanatha di Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Sejak awal bulan ini, SA bersama dengan satu tersangka asal Vietnam, DTH, telah menjalani sidang di Pengadilan Syah Alam, Selangor. Sidang pembacaan tuntutan sendiri telah digelar pada 12 Oktober kemarin, termasuk mendengarkan keterangan dari 10 saksi ahli yang diajukan jaksa penuntut umum.

Dalam sidang terakhir, pengadilan mengungkap empat nama tersangka baru. Keempat tersangka yang tidak disebutkan namanya tersebut diidentifikasi sebagai Mr. Chang, Mr. Y, James dan Hanamori yang juga dikenal sebagai 'kakek' atau 'paman'. Keempat identitas itu diungkap oleh petugas polisi Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz di pengadilan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top