Pemerintah Jajaki Perpanjangan Impor Minyak dari Azerbaijan

Pemerintah Jajaki Perpanjangan Impor Minyak dari Azerbaijan

Selasa, 8 Mar 2016 | 16:12 | Muchdi

WinNetNews.com - Pemerintah sedang menjajaki perpanjangan impor minyak mentah dari Azerbaijan untuk memenuhi kebutuhan minyak di dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, Indonesia telah menjalin kerjasama impor minyak dengan Azerbaijan pada 2015 dan berakhir pertengahan 2016.

Selanjutnya pemerintah ingin impor ‎tersebut diperpanjang. "Mulai tahun lalu. kontraknya setahun setahun, habis pertengahan tahun ini," kata Wirat di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Dia mengungkapkan, niat perpanjangan impor minyak tersebut diungkapkan dalam pertemuan dengan pemerintah Ajerbaizan ‎ saat berkunjung ke Indonesia beberapa hari lalu.

 

"Di bidang migas dengan Azerbaijan memang kita punya kerjasama. satu joint commitee di bidang energi. Yang 2015 kemarin kita berkunjung ke sana, dan 2016 ini harusnya mereka yang berkunjung kesini," tutur dia.

Minyak mentah asal Azerbaijan pada kontrak pertama diolah dalam fasilitas pengolahan minyak (kilang) PT Pertamina (Persero) di Cilacap. Atas kerjsama tersebut Indonesia langsung mengimpor minyak dari negara asal tidak melalui perantara.

"Crude mereka paling cocok dengan kilang kita yang di Cilacap. Sekarang dengan kerja sama ini kita bisa impor crude langsung," ungkap dia.

Wirat mengungkapkan, produksi minyak Azerbaijan‎ mencapai 800 ribu barel per hari (bph). Namun dengan jumlah penduduk yang sedikit, negara ini hanya mengkonsumsi minyak 200 ribu bph, sedangkan sisanya diekspor.

 

"Produksinya kan 800 ribu barel, sementara penduduknya sedikit. jadi konsumsinya sedikit," dia menuturkan.

Wirat menambahkan, selain Azerbaijan, Indonesia sedang menjajaki impor minyak mentah yang sesuai dengan kilang Indonesia dari Iran‎. Selain itu juga sedang dijadikan penjajakan kerjasama investasi.

"Rencana insentif dari kita memang kita beli crude dari sana. Lagi didiskusikan. Jumlahnya masih didiskusikan, disesuaikan dengan kilang kita. Kita juga lagi dorong agar Iran bangun kilang dan SPR (strategic petroleum reserve)," tutup Wirat.

Sumber dari Liputan6, Jakarta

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...