Pemerintah : Rayu Investor Bangun Proyek 35 Ribu MW

Pemerintah : Rayu Investor Bangun Proyek 35 Ribu MW

 Jakarta - Peningkatan investasi di sektor pembangunan infrastruktur terus diupayakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) , terutama untuk meningkatkan investasi infrastruktur yang telah diprogramkan pemerintah.

Saat ini pihaknya tengah fokus mempromosikan kepada pihak swasta soal proyek-proyek listrik, salah satunya program proyek pembangunan listik 35 ribu Mega Watt (MW), Ujar Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba Hutapea.

Menurut Tamba, dalam proyek pembangunan listik 35 ribu MW ini, BKPM terus mempromosikan proyek tersebut kepada swasta atau investor.

"‎Kami akan lakukan pemasaran atau mempromosikan proyek listrik yang telah dicanangkan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero). Jadi, skema-skema apa saja yang bisa ditawarkan pada stakeholder, yang nantinya diinformaiskan pada investor," ujar Tamba, di Gedung BKPM, Jakarta, Senin, 28 September 2015.

Nantinya, kata Tamba, para investor yang berminat menggarap proyek listrik 35 ribu MW ini, akan diberi tata cara pengolahan dan bagaimana mekanisme kerja sama dengan pemerintah.

Karena, dalam kerja sama ini dilakukan PPP atau kerja sama pemerintah dengan swasta.

"Tujuan ini supaya para investor tidak bingung dan mengetahui kapan mereka harus masuk ke sektor listrik tersebut," katanya.

Tamba mengakui, saat ini para investor masih gelap atau belum jelas dengan mega proyek ini, sehingga menjadi tugas BKPM dalam menginformasikannya.

Dia memaparkan, hal tersebut sebelumnya telah dikerja samakan antara BKPM dan PLN tentang bagaimana dalam masalah merumuskan dan apa saja yang nantinya bisa ditawarkan pada investor.

"Misalnya, investor itu tahu jatuh lelangnya, timelinenya itu kapan, mereka harus tahu," kata dia.

Dengan demikian, Tamba melanjutkan, peranan dan kerja sama dari pemerintah untuk menyiapkan skema yang harus dipelajari dan ditawarkan ke swasta atau investor dinilai menjadi yang cukup penting.

"Jadi ini kan tidak bisa mendadak, agar mereka bisa mempelajari dulu mengenai proyeknya," ujarnya.