Pemerintah Rusia Berupaya Hapus Telegram, Pavel Durov Lakukan Perlawanan
ilustrasi

Pemerintah Rusia Berupaya Hapus Telegram, Pavel Durov Lakukan Perlawanan

Rabu, 18 Apr 2018 | 16:01 | Rusmanto

WinNetNews.com - Pavel Durov tanpa segan melakukan perlawanan terhadap pemerintah Rusia yang terus berupaya menghapus Telegram secara sepenuhnya di negara tersebut.

Pemerintah Rusia lewat Roskomnadzor, lembaga nasional yang bertanggung jawab dalam sektor komunikasi dan media massa, telah melakukan sejumlah aksi untuk mengahapus Telegram di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Hal ini pun sontak memancing Pavel Durov selaku founder layanan berbagi pesan tersebut untuk angkat suara.

Melalui akun Instagram pribadinya, ia menunjukkan sikapnya yang bersikeras untuk melawan pemerintah Rusia dengan mengedepankan privasi dan kebebasan berpendapat bagi para pengguna Telegram di sana. Unggahannya tersebut juga disertai dengan tagar #digitalresistance.

"Dalam dua hari terakhir, Rusia telah memblokir lebih dari 15 juta alamat IP terkait dengan keputusannya untuk memblokir Telegram di wilayah kekuasaannya. Meski begitu, Telegram masih tersedia bagi kebanyakan masyarakat Rusia. Kita harus terus mempertahankan privasi dan kebebasan berpendapat bagi teman-teman masyarakat Rusia #digitalresistance," tulisnya.

Dalam unggahannya tersebut, ia juga menyertakan gambar ikonik dari aktor Mel Gibson kala berperan sebagai William Wallace dalam film Braveheart. Durov pun mengubahnya menjadi meme dengan menuliskan "mereka boleh mengambil IP kami, tapi mereka tidak akan pernah merebut kebebasan kami."

Pria berusia 33 tahun tersebut pun mendapat sejumlah dukungan yang tampak dari sejumlah balasan pada unggahannya tersebut. Selain itu, unggahannya juga sudah disukai sebanyak lebih dari 38 ribu kali.

Sebelumnya, Roskomnadzor telah memblokir akses user kepada Instagram pada Senin lalu. Kemudian, merasa hal tersebut belum cukup, lembaga yang berdiri pada 2008 ini juga memblokir 18 sub-jaringan serta sejumlah besar alamat IP milik Google dan Amazon yang dimanfaatkan oleh Telegram.

Selain itu, Roskomnadzor juga telah melayangkan permohonan kepada pihak Google dan Apple untuk menghapus aplikasi Telegram dari Play Store dan App Store di Rusia. (detikcom)
 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...