Pemerintah Sepakat Merevisi UU Terorisme

Pemerintah Sepakat Merevisi UU Terorisme

Kamis, 21 Jan 2016 | 19:33 | Muchdi

WinNetNews.com - Menyusul teror bom Thamrin, pemerintah kembali mengkaji UU Terorisme. Setelah melakukan rapat terbatas, Presiden Joko Widodo pun memutuskan untuk merevisi UU No.15 Tahun 2003 tersebut.

Seskab Pramono Anung menyebutkan bahwa sebelumnya pemerintah memiliki 3 alternatif terkait revisi UU Terorisme. Pertama adalah dengan merevisi sekaligus keputusan dari perubahan Perppu tentang Terorisme atau Perppu No.1 Tahun 2002.

"Kedua mengeluarkan Perpu, ketiga pembentukan UU baru. Setelah dengar pendapat dan masukan, presiden memberi arahan kepada menko polhukam, menkumham, Kapolri, BIN, BNPT dalam revisi ini yang dilakukan adalah dengan melakukan revisi terhadap UU tersebut," ungkap Pramono usai Ratas Kabinet di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Kamis (21/1/2016).

Kemudian Jokowi, kata Pramono, meminta Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan dan Menkum HAM Yasonna Laoly untuk berkoordinasi. Itu didasarkan atas kebutuhan akan revisi UU Terorisme dengan berbagai pertimbangan namun tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan Pendekatan HAM.

 

"Dalam pikiran berkembang dalam diskusi, persoalan deradikaliasasi tidak lepas dari berbagai hal yang tumbuh di masyarakat, berkaitan dengan ideologi, kekerasan, pendidikan, ketimpangan dan kesenjangan," ujar Pramono.

Faktor-faktor tersebutlah yang akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil sikap ke depan dalam menyikapi revisi UU Terorisme. Pemerintah pun berharap agar revisi UU tersebut dapat selesai paling lambat dalam masa sidang DPR setelah masa sidang saat ini.

"Diharapkan pada masa sidang ini, paling tidak masa sidang berikutnya bisa diselesaikan," tukasnya.

Seperti diketahui revisi UU Terorisme menuai sejumlah kritik. Salah satu alasannya adalah karena pertimbangan HAM dan juga penegak hukum dinilai sudah memiliki kewenangan yang cukup dalam memberantas aksi terorisme.

sumber dari detiknews, Jakarta

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...