Skip to main content

Pemerintah Tetap Optimis Dengan 35.000 MW

Pemerintah Tetap Optimis Dengan 35.000 MW
Pemerintah Tetap Optimis Dengan 35.000 MW

Pemerintah menargetkan 35.000MW listrik dalam lima tahun tetap optimistis tercapai. Pemerintah tidak ada rencana untuk merevisi target proyek bernilai lebih dari Rp 1.000 triliun tersebut.

"Tidak ada penurunan target pembangunan 35.000 MW. Kami masih tetap optimis untuk mengejar target tersebut," kata Menteri ESDM Sudirman Said.

Sudirman mengatakan, proyek ini sangat berguna karena masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menikmati listrik bahkan setelah Indonesia merdeka selama 70 tahun. Tingkat elektrifikasi nasional baru 86,39%.

"Listrik adalah jendela dunia. Saat saya memaparkan kepada Presiden untuk pembangunan pembangkit listrik di titik-titik pulau terluar, Pak Menteri Pariwisata langsung terbayang betapa banyaknya potensi wisata baru yang muncul," ungkap Sudirman.

Direktur Jenderal Ketanalistrikan Kementerian ESDM, Jarman juga mengatakan, proyek ini menelan biaya yang sangat besar, diperkirakan mencapai US$ 72,942 miliar atau setara Rp 1.000 triliun lebih.

"Makanya pemerintah meminta PLN konsentrasi pada pembangunan di transmisi, karena tanpa transmisi, pembangkit yang dibangun tidak bisa menyalurkan listrik," kata Jarman.

"Mayoritas pembangunan pembangkit 35.000 MW dilakukan swasta. Alasannya, karena kita butuh dana yang besar. Itu nggak bisa dipenuhi oleh PLN bahkan APBN sekalipun. Karena pembangkit yang diinginkan harus dibangun cepat. PLN nanti akan menjadi single buyer dari listrik yang diproduksi pembangkit 35.000 MW," tutup Jarman.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top