Pemerintah Usul Tarif Ojek Online Naik Jadi Rp. 2000 Per Km
Foto:Istimewa

Pemerintah Usul Tarif Ojek Online Naik Jadi Rp. 2000 Per Km

Kamis, 29 Mar 2018 | 08:50 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Baru-baru ini pemerintah mengusulkan tarif untuk ojek online sebesar Rp2.000 per Kilometer (Km). Pertimbangan besaran tarif ini disebut sudah termasuk dari keuntungan dan biaya jasa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimis dengan besaran tarif Rp2.000 per km ini akan menguntungkan semua pihak. Baik dari sisi perusahaan aplikasi online maupun bagi pengendara ojek online.

“Kemenhub memiliki perhitungan harga tarif pokok ojek online sekitar Rp1.400-1.500. Dengan keuntungan dan jasanya sehingga tarifnya menjadi Rp2.000. Namun Rp2.000 itu harus bersih, jangan dipotong menjadi Rp1.600 atau berapa," kata Budi Karya Sumadi. 

Menurut Menteri Budi, patokan tarif ini bisa dijadikan modal bagi perusahaan aplikasi ojek online untuk secara internal melakukan perhitungan dan segera mengambil keputusan. Ia berharap, Senin depan sudah ada keputusan dari pihak perusahaan berbasis aplikasi online terkait.

Sebelumnya, pada Selasa 27 Maret 2018 para driver ojek online demo di depan Istana Negara. Mereka menuntut kenaikan tarif karena tarif saat ini dinilai terlalu rendah yang hanya berada di kisaran Rp1.600 per Km. Pendemo menuntut tarif ojek online dinaikkan menjadi Rp2.500 per Km.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...