Pemindahan Ibukota ke Kalimantan Ditaksir Capai Rp 466 Triliun, Apa Dampaknya Bagi Jakarta?
Pembangunan Jakarta dalam maket. (Foto: Merdeka/Tsana Garini Sudradjat)

Pemindahan Ibukota ke Kalimantan Ditaksir Capai Rp 466 Triliun, Apa Dampaknya Bagi Jakarta?

Selasa, 30 Jul 2019 | 15:00 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Presiden Jokowi telah menyetujui rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan. Wilayah ini dinilai memenuhi kriteria, yakni memiliki sarana dan prasarana serta infrasturktur yang dibutuhkan untuk ibu kota baru. Namun bagaimanakah nasib Jakarta nantinya setelah tak lagi menjadi ibu kota?

Yayat Supriatna, sebagai pengamat tata kota berpendapat, baik atau tidaknya dampak perpindahan ibu kota bagi DKI Jakarta tergantung bagaimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengelolanya.

"Itu tergantung Pemprov DKI, apakah mereka mau membantu menata ulang kota atau tidak. Setelah (ibu kota) pindah, mau diapakan?" ujar Yayat, dikutip dari Kompas (30/7/2019).

Perubahan besar tentu akan terasa di Jakarta setelah pusat pemerintahan berpindah ke Kalimantan. Yayat menuturkan ibu kota baru ini dirancang untuk menampung hanya 1,5 juta penduduk. Yayat menerjemahkannya sebagai ada 1,5 juta penduduk yang biasa beraktivitas di Jakarta akan pindah ke ibu kota baru.

"Sebanyak 1,5 juta penduduk pindah. Berarti kan mobil berkurang, orangnya berkurang, ada kemungkinan kita bisa menekan kepadatan lalu lintas, polusi udara, dan kepadatan permukiman" kata Yayat.

Revisi tata ruang juga merupakan hal yang bisa dilakukan Pemprov DKI mengingat Jakarta saat ini memiliki pola dan struktur ruang yang terpusat alias kota ini dikepung oleh pusat bisnis sekaligus pusat permukiman. Hal inilah yang membuat Jakarta menjadi kota yang kelewat padat dan macet.

Selain itu saat ini Jakarta membutuhkan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan atau green city. Polusi udara Jakarta yang saat ini sudah tergolong parah butuh segera ditangani. Misalnya dengan menjadikan area perkantoran lebih ramah lingkungan.

Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang bisa membuat Jakarta lebih baik. Pada intinya beban kota dan kepadatan penduduk pasti akan berkurang.

"Intinya di Pemprov DKI. Lebih bagus, lebih padat, lebih terstruktur, mau jadi apa Jakarta itu tergantung dari revisi tata ruang yang dilakukan" ungkap Yayat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...