Pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv Ditunda
istimewa

Pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv Ditunda

Jumat, 2 Jun 2017 | 14:43 | Rusmanto

WinNetNews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda rencana pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) AS dari Israel ke Yerusalem. Keputusan ini diambil demi menghindari langkah provokatif, sementara Trump berupaya membangkitkan kembali proses perdamaian Israel-Palestina.

Seperti dilansir AFP , Jumat (2/6/2017), semasa kampanye pilpres, Trump berulang kali berjanji akan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Janji itu menuai kritikan dan kecaman banyak pihak. Terlebih, baik Israel maupun Palestina sama-sama bersikeras bahwa Yerusalem akan menjadi ibu kota negara mereka.

Sejak dia menjabat pada Januari lalu, Trump telah bertemu langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga Presiden Palestina Mahmud Abbas di Gedung Putih. Trump bahkan mengunjungi langsung Yerusalem dan Bethlehem pekan lalu, untuk kembali bertemu kedua kepala negara dan menegaskan komitmennya mencapai perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Tahun 1995, Kongres AS meloloskan undang-undang yang mengatur kebijakan AS untuk memindahkan Kedubes-nya ke Yerusalem. Undang-undang ini juga berarti dukungan simbolis bagi Israel, dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kotanya. Dunia internasional hanya mengakui Tel Aviv sebagai ibu kota Israel.

Namun di sisi lain, undang-undang itu juga mengizinkan setiap Presiden AS untuk mengeluarkan dan memperbarui ' surat pernyataan ' untuk mengabaikan penerapan undang-undang itu. Surat pernyataan atau yang juga disebut waiver itu bisa diperbarui setiap enam bulan.

Pada Kamis (1/6) waktu setempat, untuk pertama kalinya surat pernyataan itu dirilis pemerintahan Trump. Hal ini berarti Trump mengikuti jejak presiden-presiden AS sebelumnya, seperti Bill Clinton, George W Bush dan Barack Obama dalam menginstruksikan Menteri Luar Negeri AS untuk menunda 'pemindahan' Kedubes AS dari Tel Aviv, ke Yerusalem.

"Tidak ada satu pun pihak yang hendaknya menganggap langkah ini merupakan kemunduran dari dukungan kuat presiden (AS) untuk Israel dan bagi aliansi AS-Israel," demikian pernyataan Gedung Putih menjelaskan keputusan itu.

"Presiden Trump mengambil keputusan ini untuk memaksimalkan kemungkinan suksesnya perundingan kesepakatan antara Israel dan Palestina, memenuhi kewajibannya untuk membela kepentingan keamanan nasional Amerika," imbuh pernyataan itu.

"Namun, mengingat dia (Trump) berulang kali menyatakan niatnya memindahkan kedutaan, pertanyaannya bukanlah apakah pemindahan itu akan terjadi, tapi kapan (pemindahan akan terjadi)," tandas pernyataan Gedung Putih.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...