Pemprov DKI Bakal Tilang Penerobos Jalur Sepeda, Segini Besaran Dendanya
Ilustrasi motor masuk jalur sepeda. [Foto: mediaindonesia.com]

Pemprov DKI Bakal Tilang Penerobos Jalur Sepeda, Segini Besaran Dendanya

Rabu, 20 Nov 2019 | 08:56 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Jangan coba-coba menerobos jalur sepeda di sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta. Karena per 20 November 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya bakal menilang bagi siapa saja yang berani mengambil jalur khusus sepeda.

Tidak main-main, Pemprov DKI Jakarta dalam menindak tegas bagi pengendara motor maupun mobil yang menerobos ataupun memarkirkan kendaraan di jalur khusus tersebut akan dikenakan bukti pelanggaran (tilang).

Penindakan tilang ini dilakukan setelah Pemprov DKI Jakarta menerapkan uji coba selama beberap bulan terakhir terhadap beberapa titik ruas jalur khusus sepeda.

Pemberlakuan jalur khusus sepeda ini juga digencarkan demi mengurangi polusi udara. Mengutip Kompas.com, tidak hanya membuat jalur sepeda baru, jalur sepeda lama yang terbengkalai juga turut dihidupkan kembali.

Di hari pertama penindakan ini, sudah tahukah kamu soal jalur sepeda yang ada di Jakarta? Berikut beberapa informasi seputar jalur sepeda yang perlu kamu ketahui:

Rute baru jalur sepeda

Rute baru jalur sepeda diterapkan di 17 koridor jalan. Sebelum penindakan dilakukan per hari ini, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan uji coba ke dalam tiga fase di seluruh koridor jalan tersebut.

Fase pertama dimulai pada 20 September 2019 sampai 19 November 2019. Ada pun ruas jalan yang diuji coba pada Fase pertama sepanjang 25 kilometer, meliputi Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan MH Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, dan Jalan Pemuda.

Fase kedua dilangsungkan pada 12 Oktober 2019 sampai 19 November 2019 di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan RS Fatmawati Raya. Total panjang ruas dalam fase ini mencapai 23 kilometer.

Sementara, Fase ketiga berlangsung pada tanggal 2 hingga 19 November 2019. Rute fase ketiga meliputi Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Jatinegara Timur.

Tiga marka pembatas jalur sepeda

Tahukah kamu di jalur sepeda, juga terdapat marka atau rambu-rambu yang dibuat dan perlu dipatahui. Tak hanya bagi para pesepeda, tetapi pengendara kendaraan lain juga perlu memahaminya.

Terdapat tiga marka yang membatasi jalur sepeda di jalan raya, yaitu garis putih solid (tersambung), garis putus-putus, dan penanda jalan dengan cat hijau.

Garis putih solid digunakan sebagai penanda adanya jalur sepeda. Marka jalan bercat hijau mengingatkan seluruh pengendara bahwa mereka mulai memasuki jalur sepeda.

Sementara, garis putus-putus disebut dengan mix traffic. Area mix traffic diperkenankan untuk dilintasi oleh seluruh pengguna jalan, baik pesepeda maupun pengendara lainnya.

Denda Rp500.000

Usai tahap uji coba, pelanggar yang tidak menuruti rambu jalur sepeda akan dikenakan sanksi. Sanksi dikenakan berdasarkan pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) no. 22 tahun 2009.

Sesuai aturan tersebut, sanksi yang diberikan berupa denda Rp500.000 atau kurungan pidana dua bulan.

Selain itu, ada pula pasal-pasal lain yang mengatur hak pengguna sepeda. Beberapa di antaranya adalah Pasal 45 tentang jalur sepeda, Pasal 62 tentang hak atas fasilitas pendukung keamanan, dan Pasal 106 serta Pasal 284 yang mengatur keselamatan dan kenyamanan pengguna. (kompas)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...