Skip to main content

Pemprov DKI Jakarta Tetapkan Penghentian Operasi Tempat Hiburan Malam

Kepala Disparbud DKI, Catur LaswantoFoto: Istimewa
Kepala Disparbud DKI, Catur LaswantoFoto: Istimewa

WinNetNews.com - Terhitung bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah atau 2017 Masehi menjadi ketetapan dari pemerintah, seluruh tempat hiburan malam yang ada di Jakarta mesti menghentikan operasinya. Kewajiban itu tertuang melalui pernyataan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta.

“Kami ingatkan semua penyelenggara usaha hiburan malam, wajib tutup satu hari sebelum bulan Ramadhan, selama bulan Ramadhan dan satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kepala Disparbud DKI, Catur Laswanto di Jakarta, Jumat (19/05/2017).

Menurut dia, penutupan tersebut dilakukan berangkat dari Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 98 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Industri Pariwisata.

Lebih lanjut, dia mengatakan ada lima jenis usaha hiburan malam yang diwajibkan tutup selama Ramadhan dan Idul Fitri, antara lain klub malam, diskotek, mandi uap, griya pijat serta permainan mesin keping jenis bola ketangkasan dan usaha bar yang berdiri sendiri maupun berbarengan dengan jenis hiburan malam lainnya.

“Akan tetapi, khusus untuk penyelenggara usaha karaoke dan live music, dapat tetap beroperasi selama bulan Ramadhan mulai pukul 20.30 hingga 01.30 WIB,” lanjut Catur.

Sementara itu, dia menuturkan penyelenggara usaha tempat billiard juga harus tutup selama Ramadhan. Meski demikian, untuk usaha billiard yang berada di lokasi yang tidak satu ruangan dengan hiburan lainnya, masih mendapat toleransi beroperasi pada pukul 10.00 hingga 24.00 WIB.

“Meskipun demikian, ada pengecualian untuk tempat-tempat hiburan malam yang berdekatan dengan kawasan komersil, hotel minimal bintang empat, berdekatan dengan rumah warga, rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit,” tutur Catur.

Peraturan itu merupakan penyesuaian dari SK Gubernur Nomor 98 Tahun 2004 Pasal 4 dan 5 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top