Pemprov Papua Barat mulai kembangkan 20 hektare kebun kopi

Pemprov Papua Barat mulai kembangkan 20 hektare kebun kopi

Rabu, 27 Jul 2016 | 18:51 | Rike
WinNetNews.com-Pemerintah Provinsi Papua Barat mulai mengembangkan lahan perkebunan kopi seluas 20 hektare di wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak tahun 2016.

"Kami sedang menyiapkan sebanyak 35 ribu bibit kopi jenis arabika. Penanaman akan dilakukan di lahan milik masyarakat di Distrik Testega," ungkap Kepala Dinas Perkebunan, Agus Wali di Manokwari, Rabu.Dia menyebut awalnya bibit kopi itu diambil dari Pusat Penelitian Perkebunan Jember, Jawa Timur. Tapi bibit dari lokasi tersebut dinilai sulit tumbuh di Pegunungan Arfak sebab suhunya lebih dingin.Sebagai pengganti, Dinas Perkebunan mengusahakan bibit yang sama dari Wamena, Papua. Koordinasi telah dilakukan dan kini proses pembibitan sedang berlangsung."Pegunungan Arfak merupakan daerah dengan ketinggian di atas 2.000 meter dari permukaan air laut. Bibit dari Jember memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri, berbeda dengan Wamena yang memang memiliki karakteristik daerah yang sama dengan Pegunungan Arfak," jelasnya. Agus menuturkan pengembangan kebun kopi itu bakal sepenuhnya melibatkan masyarakat setempat.

Bibit yang disiapkan pemerintah daerah bakal dibagikan kepada masyarakat di distrik itu.Sementara, jumlah dan lokasi lahan penanaman tersebut telah didata dan masyarakat dilarang membuka lahan baru untuk mengantisipasi bencana longsor dan banjir bandang.Dalam program itu, pemerintah bakal melakukan pendampingan kepada masyarakat dari pengolahan tanah, penanaman, hingga panen. Pemerintah juga akan menyiapkan dana stimulan berupa insentif, pelatihan pengolahan hingga pemasaran hasil produksi kopi olahan mereka.

Dia menilai potensi daerah tersebut cukup tinggi guna pengembangan kopi. Para misionaris puluhan tahun lalu disebut olehnya telah mengembangkannya di sejumlah daerah Pegunungan Arfak. Selain di Testega, pengembangan kopi juga akan dilakukan di Distrik Minyambouw.

Di daerah itu, tanaman kopi sudah tumbuh cukup lama tapi kurang perawatan.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...