Pencabutan RUU Ekstradisi Hong Kong Buah Upaya Demonstrasi Massal
Siswa sekolah di Hong Kong mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi dicabut. (Foto: Reuters)

Pencabutan RUU Ekstradisi Hong Kong Buah Upaya Demonstrasi Massal

Kamis, 5 Sep 2019 | 08:53 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Aksi demonstrasi jutaan penduduk Hong Kong berbuah hasil. Pasalnya, pemerintah setempat bakal mengumumkan pembatalan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang memicu kemarahan masyarakat pro demokrasi di Hong Kong.

Menurut sumber Reuters yang dikutip laman Tempo.co, Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, membenarkan pembatalan rancangan lesilasi ekstradisi ini dikarenakan ancaman demonstran yang bertubi-tubi.

Sumber tersebut menambahkan, Carrie Lam bakal mengumumkan pembatalan pada Rabu (4/9/2019). Namun, hingga tulisan ini dimuat, belum ada konfirmasi lanjutan perihal pembatalan RUU Ekstradisi.

Pekan lalu, Lam mengaku telah menjadi penyebab kekacauan massal karena mengajukan RUU Ekstradisi. Sebelumnya juga diberitakan jika Carrie Lam hanya mempunyai pilihan meminta maaf serta mengundurkan diri dari pucuk pimpinan Hong Kong.

Lam juga mengaku dia memiliki ruang gerak yang semakin sempit dikarenakan isu ini telah menyentuh isu kedaulatan Cina dan keamanan nasional di tengah ketegangan Beijing dengan AS.

Sumber Reuters juga menyebutkan pemerintah Cina pernah menolak rencana Lam untuk menarik legislasi ini untuk menurunkan ketegangan.

Soal ini, kementerian Luar Negeri Cina menyebut pemerintah Cina mendukung , menghormati, dan memahami keputusan Lam untuk menunda pembahasan legislasi itu. Namun, media Global Times yang diterbitkan Partai Komunis Cina menyebut isu itu sebagai berita bohong.

Cina mengecam keras unjuk rasa di Hong Kong. Alasannya, Beijing mengatakan ini akan mengganggu perekonomian pusat industri keuangan di Asia itu.

Namun, aksi unjuk rasa terus berlangsung pada Selasa (3/9/2019) di depan stasiun polisi Mong Kok dan di statisun kereta Prince Edward. Polisi menggunakan semprotan lada untuk membubarkan demonstran di Hong Kong.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...