Skip to main content

Pendaki Ini Nekat Naik Gunung Raung, Pemerintah Marah

Pendaki Ini Nekat Naik Gunung Raung, Pemerintah Marah
Pendaki Ini Nekat Naik Gunung Raung, Pemerintah Marah

image0

Banyuwangi - Kepala Subbidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan menyayangkan aksi Aris Yanto, penjelajah gunung api Indonesia.

Menurut Hendra, Aris selalu masuk daerah bahaya saat ada gunung api dalam keadaan kritis. Padahal PVMBG sudah mengeluarkan rekomendasi agar warga tidak mendekat pada radius tertentu karena membahayakan nyawa manusia. “Aris Yanto kerap melanggar larangan PVMBG,” katanya saat dihubungi, Senin, 3 Agustus 2015.

Aris Yanto, penjelajah gunung api asal Tangerang, Banten, memberikan pengakuan kepada wartawan setelah berhasil mendaki puncak Gunung Raung pada Selasa, 7 Juli 2015.

Dalam pendakian ke puncak Gunung Raung, Aris mendokumentasikan keadaan kaldera gunung yang berukuran 2 kilometer dan kedalaman 500 meter itu. Dalam wawancara tanggal 10 Juli 2015, dia mengatakan pendakian ke puncak Gunung Raung itu dilakukannya untuk kepentingan keilmuan dan informasi.

Saat Aris mendaki puncak Gunung Raung, aktivitas vulkanis gunung itu masih fluktuatif. Bahkan, sejak 29 Juni 2015, status Gunung Raung naik dari waspada menjadi siaga (level III). PVMBG pun merekomendasikan radius 3 kilometer dari puncak gunung itu harus steril dari aktivitas warga.

Meski begitu, Hendra membenarkan hasil pengamatan Aris Yanto. Di antaranya ihwal pertumbuhan kerucut di dalam kaldera Gunung Raung. Tumbuhnya kerucut, atau yang disebut cinder cone, terlihat dari pengamatan satelit milik Badan Survei Geologi Amerika Serikat. “Pada periode letusan Oktober 2012-Maret 2013, kerucut baru itu sudah terlihat,” ujarnya.

Hendra menjelaskan kerucut baru itu terbentuk sebagai hasil tumpukan material dari letusan strombolian Gunung Raung. Letusan tipe strombolian berupa lava yang cair tipis, material padat, serta gas dengan tekanan sedang. Umumnya, letusan ini tidak terlalu kuat, tapi bersifat terus-menerus dan berlangsung lama.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top