Peneliti: Tidak Ada Bukti Vitamin D Mampu Cegah Covid-19
Ilustrasi

Peneliti: Tidak Ada Bukti Vitamin D Mampu Cegah Covid-19

Selasa, 30 Jun 2020 | 14:57 | Anggara Putra Utama

Winnetnews.com -  Penelitian yang diinisiasi National Institute for Health and Care Excellence (NICE) Inggris mengungkapkan tidak ada bukti bahwa vitamin D terbukti mencegah infeksi virus corona (Covid-19).

Studi tersebut sekaligus menjawab penelitian dari Irlandia dan AS pada bulan Mei lalu yang menyatakan pasien dengan kadar vitamin D yang tinggi memiliki kemungkinan lebih selamat dari infeksi Covid-19.

Dalam studinya, NICE meneliti lima studi tentang vitamin D dan mereka menyimpulkan tidak ada bukti konsumsi suplemen tinggi vitamin D dapat mencegah infeksi atau membantu menyembunhkan Covid-19.

"Meskipun ada manfaat kesehatan yang terkait dengan vitamin D, kami tidak mengidentifikasi bukti yang cukup untuk mendukung penggunaan suplemen vitamin D untuk pengobatan atau pencegahan Covid- 19," kata Paul Chrisp, direktur Center for Guidelines di Nice.

"Kami tahu bahwa penelitian tentang hal itu masih berlangsung dan Nice mencoba meneruskannya dengan memantau bukti yang baru diterbitkan," lanjutnya

Hal serupa juga diungkapkan Scientific Advisory Committee on Nutrition bahwa belum ada bukti lebih lanjut suplemen mengandung vitamin D dapat mencegah infeksi saluran pernafasan akut.

Peneliti hanya menegaskan, vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan otot, karena mampu menyerap kalsium dan fosfat yang dapat menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot.

"Saat ini ada beberapa artikel yang sangat menyesatkan tentang dosis besar vitamin D sebagai tindakan pelindung Covid-19 yang tidak benar dan karenanya kebutuhan mendesak untuk menginformasikan kepada publik (tentang kebenarannya)," kata Colin Smith, sala seorang profesor genomik fungsional di University of Brighton. 

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...