(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Penelitian: Masalah Kesulitan Merasakan Makanan Ternyata Lebih Dipengaruhi oleh Hidung

Muchdi
Muchdi

Penelitian:  Masalah Kesulitan Merasakan Makanan Ternyata Lebih Dipengaruhi oleh Hidung Ilustrasi Hidung Tersumbat ( Photo Int )

WinNetNews.com - Menurunnya kemampuan indera pengecap atau lidah dalam merasakan makanan tidak bisa disalahkan seluruhnya pada daerah mulut semata. Dikutip dari situs Merdeka dari laman Health 24, Sabtu (12/1/2019),  masalah ini mungkin saja disebabkan karena hidung.

Tim peneliti dari Virginia Commonwealth University's Smell and Taste Disorders Center memeriksa data dari 358 pasien yang mengalami masalah merasakan atau masalah penciuman dan perasa. Data tersebut dikumpulkan dari pasien sejak tahun 1980 hingga 2017.

Dari 295 pasien yang mengalami masalah kehilangan indera perasa dan penciuman, sebanyak 87 persen memiliki fungsi penciuman yang abnormal. Hanya sekitar 9,5 persen pasien yang memiliki fungsi lidah abnormal. Sedangkan dari 63 pasien yang melaporkan kehilangan perasa, 44,5 persen memiliki fungsi penciuman yang abnormal serta 25,4 persen yang memiliki fungsi perasa yang abnormal.

Hasil penelitian ini mendukung teori bahwa pasien yang kehilangan indera perasa cenderung mengalami masalah penciuman juga dibanding dalam merasa.

"Banyak orang kurang awas terhadap bagaimana hubungan antara dua sistem indera yang berbeda ini membuat persepsi dari rasa makanan yang kita konsumsi," jelas Dr. Evan Reiter.

"Oleh karena itu, hasil temuan kami mengindikasikan bahwa sebagian besar pasien yang mengeluhkan mengenai masalah perasa ini tidak sadar bahwa hal ini terjadi karena perubahan atau kehilangan pada indera penciuman," sambungnya.

Reiter menjelaskan bahwa indera penciuman merupakan kontributor utama dari bagaimana cara kita menerima rasa makanan yang kompleks. Sedangkan, indera perasa lebih banyak merespons pada rasa asin, manis, pahit, dan asam. Fungsi reseptor di hidung membantu menentukan rasa melalui perbedaan aroma dari makanan di mulut.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});