Pengacara: Kalau Berani, Buka CCTV ke Publik

Pengacara: Kalau Berani, Buka CCTV ke Publik

Minggu, 31 Jan 2016 | 08:56 | Rusmanto
WinNetNews.com - Penyidik Polda Metro Jaya menyebut memiliki sejumlah barang bukti dalam menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Pihak Jessica tetap membantah tuduhan itu dan meminta polisi membuka bukti yang dimiliki, terutama CCTV.

"Itu kan reka-rekaan. Bukti-buktinya rekaan semua. Saya ingin tahu siapa orang yang melihat, mendengar, dan mengalami Jessica menaruh racun. Itu saja yang perlu diungkap," kata pengacara Jessica, Yudi Wibowo usai mendampingi Jessica di Mapolda metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/1/2016) malam.

"Satu alat bukti pun itu perlu kita kaji hubungannya apa dengan Jessica?" sambungnya.

Yudi menuturkan, Jessica bukanlah pelaku yang menabur racun ke kopi Mirna hingga menyebabkan Mirna tewas. Bahkan, Yudi menantang polisi untuk membuka atau memutar CCTV ke publik yang menunjukkan Jessica lah yang menaruh sianida ke gelas Mirna.

"Kalau berani dibuka saja (CCTV) ke umum. Dibuka di umum kalau berani," ujarnya.

"Hukum pidana yang dibuktikan itu perbuatan seseorang. Apakah dia perbuatan itu gerakan otot, apakah dia itu menaruh racun di kopi itu. Ada nggak?" tambahnya.

Dalam pemeriksaan terhadap Jessica malam tadi, lanjut Yudi, CCTV tersebut tidak diperlihatkan oleh polisi.

"Nggak, nggak diperlihatkan (CCTV-nya). Nggak tahu (alasannya). Kalau berani buka di umum, di TV," tandasnya.

Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menahan Jessica Kumala Wongso atas kasus tewasnya Mirna. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan dan dapat diperpanjang. Alasan penahanan itu terkait kawatir tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...