Skip to main content

Pengacara Kalijodo Ingin Ahok Tidak Tebang Pilih Soal Prostitusi

Pengacara Kalijodo Ingin Ahok Tidak Tebang Pilih Soal Prostitusi
Pengacara Kalijodo Ingin Ahok Tidak Tebang Pilih Soal Prostitusi

WinnetNews.com - Kuasa hukum warga Kalijodo meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk tidak tebang pilih dalam menggusur lokalisasi prostitusi di Kalijodo, Jalan Kepanduan II, RW 05, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Mereka meminta Ahok untuk juga menertibkan kegiatan prostitusi terselubung, dan menyebut sejumlah tempat seperti Hotel Alexis dan tempat-tempat spa dan massage kelas atas yang selama ini dilegalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta dengan memberikan izin tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Pengacara Razman Arif Nasution, mewakili warga di RT01, 03, 04, 05, dan 06 RW 05 Kelurahan Pejagalan, mengatakan Pemprov DKI Jakarta sudah menzalimi hak masyarakat Kalijodo dalam mencari nafkah dan kehidupan yang layak di ibukota.

"‎Pak Ahok jangan bilang dalam waktu satu bulan mau membuat permukiman di Kalijodo ini rata dengan tanah, sedangkan Rusunawa baru belum dibangun. Mereka (warga Kalijodo) mau tinggal di mana? Bisa-bisa mereka stres dan bugil di jalan karena tindakan arogan Ahok, dan bagaimana citra Indonesia bila itu dilihat seluruh dunia‎‎," ujar Razman, Selasa (16/2).

Ia juga meminta Ahok tidak pilih-pilih dalam melakukan penertiban terhadap lokalisasi prostitusi, pasalnya hanya prostitusi kelas bawah seperti di Kalijodo saja yang hendak digusur oleh Pemprov DKI Jakarta, sedangkan prostitusi terselubung kelas atas masih dibiarkan tumbuh subur di Jakarta.

"Kenapa prostitusi terselubung di hotel-hotel mewah yang ada di Mangga Besar dibiarkan, lalu kenapa Alexis juga dibiarkan masih beroperasi sampai saat ini padahal jelas-jelas masyarakat tahu itu tempat prostitusi berkedok hotel bagi kalangan atas‎," ungkap Razman.

Ia juga mengungkapkan bila yang dijadikan alasan oleh Pemprov adalah hunian dan bangunan warga di Kalijodo merupakan tanah negara yang seharusnya diperuntukkan jalur hijau, tetapi faktanya banyak jalur hijau justru dijadikan bangunan komersial.

"Lihat saja status tanah di Seasons City, Mal Taman Anggrek, Teluk Intan, dari peruntukan tata ruang kota itu seharusnya sebagai jalur hijau, kapan ditertibkan? Kok malah dibiarkan saja sampai hari ini, artinya Pemprov DKI Jakarta hanya berpihak pada kalangan atas saja," tegasnya.

Ia juga mengaku heran ‎dengan pernyataan mantan Bupati Belitung Timur itu yang menggusur kawasan lokalisasi Kalijodo karena kecelakaan mobil SUV mewah yang pelakunya mengaku mengkonsumsi minuman beralkohol di Kalijodo.

"Sekarang kalau memang minuman keras dilarang, tapi kenapa minuman tersebut dapat dengan mudah dijumpai di mini market dan swalayan, malah Pemprov punya juga pabrik bir, jadi ini yang nggak konsisten itu siapa," tambah Razman.

Lebih lanjut, ia mengakui seluruh agama memang mengajarkan umat manusia untuk menghindari perzinahan dan mengkonsumsi minuman beralkohol, namun agama juga mengajarkan bahwa sebagai seorang pemimpin tidak boleh semena-mena terhadap rakyatnya.

"Kemarin karena penempelan selebaran surat berkedok sosialisasi dengan pasukan bersenjata lengkap bahkan ada seorang warga yang langsung jatuh stroke, kami meminta Ahok‎ menggunakan cara-cara dialog. Boleh Pak Ahok beda pendapat dengan warga, tapi seharusnya sebagai seorang pemimpin dia bisa duduk sama di atas meja‎ bersama-sama dengan kami," katanya.

Menurut Razman, ‎pihaknya sudah berkomunikasi dengan anggota dewan di DPRD DKI Jakarta, dan meminta masukan dari DPRD terhadap tindakan arogan Ahok yang mengucapkan di media bahwa Kalijodo akan digusur paksa dengan menggunakan pasukan Brimob dan TNI.

"Polisi, TNI, dan Satpol PP itu fungsinya pengamanan bukan untuk menindas warganya.‎ Saya nggak tahu kenapa, tapi semenjak Ahok memimpin Jakarta seluruh kegiatan pemerintahan yang berhubungan dengan rakyat pasti berujung gaduh dan ribut-ribut," tutup Razman.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top