Pengakuan Gibran Tak Mau Tunggu Akhir Masa Jabatan Jokowi
Kebersamaan Gibran Rakabuming Raka dengan Joko Widodo. [Foto: Boombastis.com]

Pengakuan Gibran Tak Mau Tunggu Akhir Masa Jabatan Jokowi

Senin, 11 Nov 2019 | 10:25 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Momen Pilkada 2020 yang digelar di 270 daerah rupanya benar-benar dimanfaatkan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Gibran Rakabuming Raka. Secara blak-blakan, Gibran mengaku ogah menunggu akhir masa jabatan sang ayah sebagai presiden di 2024.

Ditemui di acara talk show Banteng Muda Indonesia di Hotel Balairung, Jakarta, Minggu (10/11), Gibran mengaku telah dewasa meski dulu sempat apolitis. Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk pembuktian dirinya sebagai generasi milenial yang perduli terhadap perkembangan bangsa.

"Kelamaan. Ya momennya itu sekarang. Ya memang benar, dulu saya seperti itu. Sekarang mungkin karena proses pendewasaan. Saya mulai menyadari sebagai anak muda, kita harus mulai mengubah stereotip, mulai mengubah mindset orang-orang bahwa politik itu selalu kotor," beber Gibran seperti dikutip Detik.com.

image0
Gibran Rakabuming Raka di acara tralkshow Banteng Muda Indonesia di Hotel Balairung, Jakarta, Minggu (10/11).
[Foto: Kompas.com]

Gibran mengungkapkan jika dirinya sempat ragu masuk ke dunia politik lewat jalur PDIP. Kala itu Gibran berpandangan jika PDIP merupakan partai kolot, jadul, dan kaku.

Namun, Gibran mengubah stigma PDIP ketika Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menggambarkan sistem politik di PDIP, terutama di sektor digitalisasi dan teknologi mengingat zaman yang semakin maju.

"Saat itu saya langsung 'tek', ah partai ini punya masa depan. Partai ini ternyata nggak jadul-jadul banget. Partai ini sudah punya visi beberapa puluh tahun ke depan," ujar Gibran.

image1
Gibran Rakabuming Raka mendaftar di PDIP Surakarta. [Foto: Liputan6.com]

"Jadi di situ saya merasa justru partai yang punya visi misi untuk menampung anak muda itu ya PDIP. Itu alasannya. Kalau yang mengubah bukan anak muda, ya nggak mungkin bisa. Karena ini momennya anak muda untuk jadi penggerak, bukan jadi objek yang digerakkan," sambung kakak kandung Kaesang Pangarep tersebut.

Gibran menambahkan, dirinya sudah memulai sosialisasi kepada calon pemilih. Salah satu cara adalah dengan menemui masyarakat secara langsung.

"Kita udah ke masyarakat, udah blusukan juga. Tim udah gerak di bawah," lanjutnya.

Gibran menjelaskan, telah memutuskan maju melalui PDIP, bukan independen sebagaimana yang diisukan belakangan. Selain dari PDIP, Gibran juga dilirik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

image2
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) dan Pilkada
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Surakarta, Sugeng Riyanto. [Foto: Medcom.id]

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) dan Pilkada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Surakarta, Sugeng Riyanto menilai masuknya Gibran ke radar partai berlambang padi emas itu merupakan respons dari para kader.

"Memang politik itu cair dan peluang mendukung Gibran masih lebar," kata Sugeng yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Surakarta, Rabu (30/10).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...