Pengamat Teroris Jelaskan Alasan ISIS yang Semakin Eksis di Indonesia
Polisi di lokasi pengeboman Kampung Melayu/Dokumentasi Humas Polri

Pengamat Teroris Jelaskan Alasan ISIS yang Semakin Eksis di Indonesia

Jumat, 26 Mei 2017 | 08:15 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Pengamat teroris dari Institute For Security And Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi meyakini bahwa ISIS melakukan perluasan medan tempur dari Timur Tengah hingga ke Asia Tenggara. Menurutnya, ini tentu mengkhawatirkan bagi stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

"Kita lihat, mereka bergerak makin cepat dari hari ke hari. Artinya, kondolidasi berjalan baik. Artinya lagi, Proposal sudah berjalan, organisasi sudah bergerak. Saya hampir yakin, kini jaringan ISIS di Asia Tenggara sudah mulai solid dan mampu berkomunikasi dengan cukup baik," kata Khairul kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/05/2017).

Khairul juga menyatakan aksi bom bunuh diri Kampung Melayu memperlihatkan bukti jaringan ISIS di Indonesia masih eksis.

"Kita melihat bahwa belakangan ini ada kondisi, yang meskipun tidak secara langsung berkorelasi, menciptakan potensi ancaman teror makin kuat," ujarnya.

Khairul menambahkan, Asia Tenggara merupakan kawasan rawan aksi terorisme yang sebagian besar afiliasinya dengan ISIS. Mereka, kata Khairul, berusaha mengalihkan fokus dunia ditengah posisinya di Timur Tengah yang sebenarnya semakin terjepit.

"Bagi ISIS, teror adalah pesan itu sendiri. Kondisi terjepit di Tmur Tengah meyakinkan mereka sendiri dengan strategi yaitu menghancurkan lawan di kantongnya sendiri," ucapnya.

Khairul menilai, adanya keterkaitan peristiwa antara bom bunuh diri Kampung Melayu dengan tragedi sama yang terjadi di belahan dunia lain. Menurutnya, Indonesia dan Filipina menjadi bagian lokasi target aksinya di Asia Tenggara. Sedangkan Manchester, lanjutnya, menjadi target demonstrasi kelompok teror itu di Eropa.

"Jika kita kaitkan rangkaian peristiwa yang terjadi di Manchester-Inggris, Marawi-Filipina, kejadian di Kampung Melayu, ini menunjukkan bahwa insurgensi tetap menjadi pilihan strategi IS di luar basis utamanya. Jepitan di medan tempur `beneran` di Timur Tengah, mereka jawab dengan serangan `low act, high impact` di belahan dunia lainnya," paparnya.

Tentu saja, Khairul menambahkan, model serangan bom bunuh diri Kampung Melayu mudah direplikasi secara global.

"Baik kelompok terafiliasi maupun pemuja IS dapat dengan mudah menirunya. Meski dalam intensitas yang berbeda-beda, bergantung pada kemampuan teknis, akses logistik dan tingkat kewaspadaan di area sasaran. Termasuk di Asia Tenggara, dimana Indonesia, adalah kawasan yang boleh dibilang paling rentan," terangnya.

Sebelumnya, melalui Amaq, ISIS telah mengakui bahwa serangan di Kampung Melayu adalah tanggungjawab kelompok mereka.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...