Pengamat Industri K-Pop Ungkap Krisis Terbesar YG Entertainment Karena Hilangnya "Mesin Uang" Utama, BIGBANG?

Nisa Diniah
Nisa Diniah

Pengamat Industri K-Pop Ungkap Krisis Terbesar YG Entertainment Karena Hilangnya "Mesin Uang" Utama, BIGBANG? Foto: Allkpop

Winnetnews.com - YG Entertainment saat ini tengah dirundung banyak masalah internal dan eksternal. Agensi yang didirikan Yang Hyun Suk pada tahun 1996 ini harus siap mengembalikan dana investasi sebesar 67 miliar won (sekitar Rp 795 milliar) ke LVMH (Louis Vuitton Moe Hennessy) pada bulan depan untuk investasi mereka ke agensi tersebut pada Oktober 2014. Hal ini disebabkan karena anjloknya saham YG sebagai akibat dari skandal "Burning Sun".

Menurut beberapa pengamat industri Musik Korea, masalah terbesar YG Entertainment adalah pertumbuhan pendapatannya memburuk. Agensi tersebut mencatat defisit 2 miliar won di paruh pertama tahun 2019 dan artis-artis YG yang telah dominan di tangga musik selama beberapa tahun terakhir telah berjuang keras.

Comeback dari Sechskies Eun Jiwon, WINNER dan Kim Jin Woo serta VIINI (Kwon Hyun Bin) semuanya telah gagal untuk membuat dampak besar pada tangga lagu. AKMU dijadwalkan untuk membuat comeback pada tanggal 25 September mendatang, tidak diketahui apakah mereka akan cukup dominan untuk membalikkan kondisi YG saat ini.

Dilansir dari Sport Seoul, seorang pengamat industri musik K-Pop menyatakan, "YG adalah agensi di mana mantan produser eksekutif Yang Hyun Suk terlibat dalam setiap detail sehingga kehilangan pusat kendali ini membawa faktor risiko yang besar. Artis-artis YG yang memproduksi lagu mereka sendiri bisa merilis album tetapi debut dan comeback akan sulit karena sistem produksi yang sudah ada telah ditangguhkan."

Pengamat industri musik lainnya mengatakan bahwa masalah terbesar YG adalah hilangnya "mesin uang" alias sumber penghasil pendapatan utama yang berasal dari grup BIGBANG. Selama ini, BIGBANG telah menyumbang sebagian besar penjualan, yang berarti, jatuhnya BIGBANG adalah kerugian YG Entertainment. Apalagi saat Seungri terjerat kasus, dia baru saja merilis album solo dan sedang melakukan tur dunia.

Pengamat industri tersebut menyatakan, "Sumber utama pendapatan agensi ini adalah konser di luar negeri tetapi tidak jelas apakah BIGBANG akan melanjutkan kegiatan. Pendapatan BLACKPINK gagal memenuhi harapan karena "Arena Tour" mereka hanya menghasilkan pendapatan 15 miliar won dan debut Amerika mereka tidak sebesar yang diharapkan. Hasil investasi dari diversifikasi bisnis seperti kosmetik dan makanan juga tidak terlalu memuaskan. Sulit untuk menentukan "mesin uang" utama YG saat ini. "

Seorang pengamat musik lainya mengungkapkan, "YG selalu menderita karena masalah moral. Pada akhirnya, itulah masalah yang sekarang menghambat pertumbuhan YG."

Apa Reaksi Kamu?